- Kementerian PU menambah dukungan alat berat menjadi 1.709 unit guna mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah Sumatera.
- Alat berat tambahan difokuskan untuk penanganan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk pembersihan longsoran dan distribusi logistik.
- Kementerian PU juga memperkuat infrastruktur dengan menyiagakan total 16 unit Jembatan Bailey, dengan fokus penempatan di Aceh.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat upaya penanganan bencana di berbagai wilayah Pulau Sumatera dengan menambah dukungan alat berat dan sarana prasarana.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus memulihkan konektivitas di daerah terdampak.
Hingga kini, total alat berat yang telah dimobilisasi mencapai 1.709 unit. Jumlah tersebut bertambah setelah Kementerian PU memperoleh tambahan dukungan 39 unit alat berat dari BUMN Karya, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kementeriannya terus bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya guna mendukung penanganan bencana, khususnya pada sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” kata Dody dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1/2026).
Penambahan alat berat tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat, pembersihan material longsoran, pemulihan akses jalan, serta mendukung distribusi logistik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Provinsi Aceh, tambahan alat berat yang dikerahkan meliputi 13 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, serta 5 unit dump truck.

Alat-alat tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, Kementerian PU menambah 15 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit bulldozer, serta 1 unit pickup.
Baca Juga: Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan bencana di antaranya pada ruas Tarutung–Sibolga.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dilakukan penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Kementerian PU mengurangi enam unit excavator dan menambah satu unit mini excavator yang difokuskan untuk penanganan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Selain alat berat, dukungan infrastruktur darurat juga diperkuat melalui penambahan Jembatan Bailey. Saat ini, total Jembatan Bailey yang disiagakan mencapai 16 unit.
Di Aceh, jumlah Jembatan Bailey meningkat dari 11 unit menjadi 14 unit dan disebar sesuai kebutuhan wilayah terdampak.
Sementara di Sumatera Utara, tersedia dua unit Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Untuk wilayah Sumatera Barat, saat ini tidak terdapat Jembatan Bailey yang terpasang.
Seluruh jembatan darurat sebelumnya telah ditarik seiring dengan pulihnya akses dan konektivitas di sejumlah titik terdampak.