Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:20 WIB
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti. Foto Fakhri-Suara.com
  • BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen.
  • Kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,29 persen secara year on year.
  • Ekonomi nasional tetap terjaga meski perekonomian global menghadapi perlambatan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh solid sepanjang 2025 di tengah tekanan ekonomi global. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang tahun 2025.

Kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,29 persen secara year on year. Capaian ini menunjukkan ekonomi nasional tetap terjaga meski perekonomian global menghadapi perlambatan.

Hal ini diumumkan oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar di Kantor BPS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

"Secara kumulatif, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia.

Dalam kesempatan itu, Amalia menyoroti kondisi ekonomi global sepanjang 2025. Ia menyebut tekanan eksternal masih cukup kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun inflasi.

“Pada bulan Januari 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 secara global tumbuh 3,3 persen dan negara berkembang ekonominya tumbuh sekitar 4,4 persen,” kata Amalia.

Menurutnya, proyeksi tersebut juga memperlihatkan tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi di negara berkembang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian nasional, termasuk Indonesia.

“Hasil proyeksi IMF ini juga menunjukkan bahwa inflasi negara berkembang pada tahun 2025 relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi global,” katanya.

Di tengah situasi global tersebut, Amalia menilai kinerja ekonomi sejumlah mitra dagang utama Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Meski sebagian negara mengalami perlambatan, aktivitas ekonomi regional tetap berjalan.

“Dengan gambaran tersebut kita dapat melihat bahwa ekonomi beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap tumbuh di tengah pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan di tahun 2025,” ucapnya.

Dari sisi domestik, BPS mencatat konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025. Hal ini tercermin dari berbagai indikator belanja dan transaksi ekonomi yang terus meningkat.

“Pergerakan konsumsi masyarakat ditunjukkan oleh indeks penjualan eceran riil yang pada Q4 2025 ini tumbuh baik secara year-on-year maupun secara kumulatif,” jelas Amalia.

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi juga tercermin dari peningkatan transaksi digital. Pertumbuhan transaksi daring menunjukkan pergerakan ekonomi masyarakat masih cukup kuat di akhir 2025.

“Transaksi online, baik yang e-retail maupun marketplace tumbuh sebesar 12,2 persen secara quarter-to-quarter,” katanya.

Selain konsumsi, investasi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi investasi, baik dari dalam negeri maupun asing, tercatat tumbuh signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:10 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI, Jamin Tak Intervensi BPS

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI, Jamin Tak Intervensi BPS

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:20 WIB

Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen

Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:01 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB