Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Pemerintah Siapkan Roadmap Hentikan Impor Bensin RON Rendah Dua Tahun Lagi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Februari 2026 | 08:24 WIB
Pemerintah Siapkan Roadmap Hentikan Impor Bensin RON Rendah Dua Tahun Lagi
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Pemerintah ESDM menyusun peta jalan untuk menghentikan impor bensin RON rendah dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.
  • Langkah ini bertujuan mencapai kemandirian energi nasional dengan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang domestik secara bertahap.
  • Kebijakan bertahap ini mengikuti pola penghentian impor solar, memprioritaskan produk jadi yang paling memungkinkan dipenuhi dari dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah mulai menyiapkan peta jalan alias roadmap untuk menghentikan impor bensin, khususnya jenis dengan nilai oktan rendah.

Langkah ini menjadi bagian lanjutan dari agenda kemandirian energi setelah pemerintah menargetkan penyelesaian impor solar melalui penguatan kapasitas kilang dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan, roadmap penghentian impor bensin disusun secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pengolahan.

Fokus awal diarahkan pada bensin RON rendah yang volumenya relatif besar dan paling memungkinkan dipenuhi dari kilang domestik.

“Dua tahun lagi katanya juga rencananya, roadmap-nya untuk stop impor bensin. RON. Jadi tujuannya jelas sesuai astacita Presiden untuk kemandirian energi dan swasembada energi,” kata Laode dalam Podcast yang disiarkan akun YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan menghentikan seluruh impor secara sekaligus, melainkan mengubah pola ketergantungan dari impor produk jadi menjadi pengolahan di dalam negeri.

Menurutnya, selama ini impor bensin terjadi karena keterbatasan kapasitas dan konfigurasi kilang, bukan karena ketiadaan sumber daya minyak mentah.

“Kalau memang belum bisa perutnya banyak, minimal pengolahannya di dalam negeri. Jadi produknya kita hasilkan di dalam negeri,” ujarnya.

Kementerian ESDM telah menetapkan besaran kuota impor BBM bagi operator SPBU swasta untuk 2026. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi impor BBM. [Suara.com/Syahda]

Dalam roadmap yang disiapkan, bensin RON rendah menjadi prioritas awal sebelum pemerintah mengevaluasi kesiapan untuk mengurangi impor bensin dengan spesifikasi oktan lebih tinggi.

baca juga

Pendekatan bertahap ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga di pasar domestik.

Laode menyebut, pola yang sama telah diterapkan dalam kebijakan solar. Setelah tambahan kapasitas kilang tersedia, pemerintah menargetkan impor solar jenis tertentu dapat dihentikan lebih dulu sebelum berlanjut ke jenis lainnya.

“Solar itu kita tuntaskan dulu. Setelah itu, baru roadmap berikutnya bensin. Jadi semuanya bertahap dan kita petakan satu per satu,” katanya.

Menurut Laode, penguatan kilang menjadi kunci agar kebijakan tersebut dapat berjalan konsisten. Dengan kemampuan pengolahan yang memadai, Indonesia tidak hanya mengurangi impor, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari proses produksi BBM di dalam negeri.

Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kesiapan teknis dan investasi yang diperlukan untuk mendukung roadmap tersebut. Penyesuaian unit kilang dan perhitungan keekonomian menjadi bagian dari pembahasan.

“Kalau pengolahannya bisa kita lakukan di dalam negeri, maka ketergantungan pada impor produk jadi bisa kita kurangi secara signifikan,” ujarnya.

Selain aspek teknis, pemerintah juga mempertimbangkan faktor distribusi dan konsumsi dalam negeri. Roadmap penghentian impor bensin RON rendah akan disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan nasional agar tidak menimbulkan risiko gangguan pasokan.

Laode menyebut, kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi jangka menengah. Dengan struktur pengolahan yang lebih kuat, pemerintah berharap ketergantungan impor dapat ditekan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi.

“Prinsipnya, energi harus tersedia, terjangkau, dan bisa diakses. Itu yang terus kita jaga dalam setiap kebijakan,” pungkas Laode.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Pamer Capaian ESDM di Tahun 2025

Bahlil Pamer Capaian ESDM di Tahun 2025

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:30 WIB

Izin Dicabut Prabowo, Tambang Emas Astra di Martabe Akan Beroperasi Lagi?

Izin Dicabut Prabowo, Tambang Emas Astra di Martabe Akan Beroperasi Lagi?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:19 WIB

ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Solar dari Kilang Pertamina Mulai Tahun Ini

ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Solar dari Kilang Pertamina Mulai Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:18 WIB

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:04 WIB

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:36 WIB

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI

Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:28 WIB

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan

Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:03 WIB

Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat

Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:56 WIB

Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini

Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:54 WIB

Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?

Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:43 WIB

CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis

CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:34 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:39 WIB

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:31 WIB

×