- Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengkritik keras aksi militer AS dan Israel di Iran sebagai tindakan di luar hukum internasional pada Selasa (3/3/2026).
- Presiden Trump bereaksi agresif terhadap Eropa, mengancam memutus perdagangan Spanyol karena melarang penggunaan pangkalan udara untuk serangan ke Iran.
- Tercatat insiden *friendly fire* Minggu (1/3/2026), di mana jet tempur Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh tiga pesawat F-15 milik Amerika Serikat.
Suara.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap aksi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa (3/3/2026), Macron menegaskan bahwa meskipun Iran memiliki andil besar dalam memicu ketegangan, cara AS dan Israel merespons tidak dapat dibenarkan secara hukum.
Langkah Macron ini secara otomatis menempatkan Prancis di jalur konfrontasi diplomatik langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ketegangan ini menandai perpecahan signifikan di internal negara-negara anggota NATO dan sekutu Barat terkait cara menangani krisis bersenjata di Timur Tengah yang kian meluas.
Dalam pidatonya, Macron memilih kata-kata yang sangat hati-hati namun tajam. Ia mengakui bahwa pemerintah di Teheran memang memikul tanggung jawab atas konflik ini, tetapi ia menolak legitimasi serangan udara yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv.
“Iran bears primary responsibility for the war,” ujar Macron, dilansir dari AFP, namun ia segera menambahkan bahwa serangan balasan tersebut telah dilakukan secara “outside the bounds of international law”.
Pernyataan Macron menjadikannya pemimpin Barat kedua yang berani mempertanyakan legalitas konflik ini secara formal.
Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah lebih dulu menyuarakan kekhawatiran serupa, sebuah langkah yang berujung pada ancaman pembalasan ekonomi dari Gedung Putih.
Reaksi Keras Donald Trump terhadap Spanyol dan Inggris
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Tertutup Rapat Karena Ini
Presiden Donald Trump menanggapi sikap skeptis para pemimpin Eropa dengan retorika yang sangat agresif. Pada Selasa, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk “memutus semua hubungan perdagangan dengan Spanyol.”
Ancaman ini muncul setelah pemerintah Spanyol melarang militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara di wilayah mereka sebagai titik peluncuran serangan ke Iran.
Selain menyerang Spanyol, Trump juga melontarkan sindiran tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer. Trump membandingkan keraguan Starmer dalam memberikan dukungan penuh terhadap perang ini dengan kepemimpinan masa lalu Inggris.
Trump menyebut bahwa Sir Keir Starmer bukanlah sosok “Winston Churchill” setelah sang Perdana Menteri dinilai menunda-nunda keputusan untuk mendukung kampanye militer AS.
Menariknya, sebelum Macron mengeluarkan pernyataan "ilegal" tersebut, Trump sempat memuji Prancis sebagai negara yang "hebat" dalam mendukung upaya perang.
Perubahan sikap Macron ini diperkirakan akan memicu respons balasan baru dari Washington dalam beberapa hari ke depan.