Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 19:50 WIB
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat sidak di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). [Instagram @menkeuri]
  • Rupiah melemah hingga Rp17.000 dan IHSG anjlok ke 7.337 pada Senin (9/3/2026) akibat isu distribusi minyak global.
  • Menkeu Purbaya membantah prediksi ekonom tentang resesi dan daya beli hancur saat sidak di Tanah Abang.
  • Purbaya mengklaim ekonomi Indonesia membaik dan pemerintah akan menyerap kenaikan harga minyak melalui APBN.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal fenomena mata uang Rupiah lemah hingga Rp 17 ribu sampai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 3,27 persen ke 7.337 pada Senin (9/3/2026).

Menkeu Purbaya menuduh para ekonom soal kondisi ekonomi lemah, di mana ia menyinggung pakar yang mengatakan Indonesia masuk masa resesi ala 1998 hingga daya beli hancur. 

"Rupiah Rp 17.000, IHSG anjlok, karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi, 1998 lagi, ya gitulah. Daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," kata Purbaya di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Diketahui pergerakan nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan pada penutupan Senin, 9 Maret 2026. Bahkan mata uang Garuda sempat tembus ke level Rp 17.017 pada pembukaan pagi tadi. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Spot ditutup Rp 16.949 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu IHSG ditutup turun 3,27 persen ke level 7.337, setelah sempat menyentuh level terendah 7.156 pada perdagangan hari ini. Phintraco Sekuritas menjelaskan pelemahan pasar dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada distribusi minyak global. 

Kondisi tersebut membuat produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksi karena keterbatasan penyimpanan akibat terganggunya pengiriman ke pelanggan.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang, Purbaya ingin membuktikan soal prediksi ekonom yang menyebut Indonesia masuk masa resesi karena kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah.

"Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur, pasar sepi hancur, enggak ada yang datang," kata Purbaya di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2025).

Purbaya mengklaim kalau berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kondisi ekonomi Indonesia justru sedang membaik. Saat mendatangi Tanah Abang, ia mengklaim kalau prediksi ekonom salah. 

"Saya pengin cek, karena kalau dari data-data kita, ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu saja, betul atau enggak, ternyata betul. Daya beli masih ada, orang masih belanja, pasar juga masih ramai," beber Purbaya.

Bendahara Negara lalu menegaskan kalau Indonesia tidak memasuki masa resesi maupun krisis ekonomi karena kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik. Ia juga memastikan publik tidak pantik karena Pemerintah bakal melakukan upaya semakimal mungkin.

"Kalau saya datang, tiba-tiba banyak orang ngumpul, artinya sekiranya kita kan banyak orang yang lagi belanja. Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang baik, dan kita tidak resesi. Apalagi dari krisis, kita jauh dari krisis. Jadi, ekonomi kan sedang bagus, teman-teman enggak usah takut. Nanti kalau harga minyak dunia naik pun, kita akan coba absorb lewat APBN, dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!

IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:43 WIB

Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis

Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:38 WIB

Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD

Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:10 WIB

IHSG Terus Meluncur ke Level 7.337, 744 Saham Loyo

IHSG Terus Meluncur ke Level 7.337, 744 Saham Loyo

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 16:56 WIB

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:41 WIB

IHSG Semakin Terpuruk, 717 Saham Kebakaran

IHSG Semakin Terpuruk, 717 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 13:18 WIB

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:08 WIB

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:59 WIB