- IHSG diprediksi tertekan jangka pendek karena sentimen global dan level teknikal penting sedang diamati.
- Analis MNC Sekuritas menetapkan support IHSG di 7.058 dan resistance di 7.166 akibat geopolitik Timur Tengah.
- Analis BRI Danareksa memproyeksikan IHSG bergerak *sideways* antara support psikologis 7.000 dan resistance 7.200.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi tekanan dalam jangka pendek. Sejumlah analis menilai indeks berada di area krusial, dengan potensi koreksi yang dipengaruhi sentimen global dan level teknikal penting.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG berpeluang bergerak terkoreksi dengan level support di 7.058 dan resistance di 7.166. Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta dinamika harga komoditas global.
“Investor masih memperhatikan perkembangan di Timur Tengah dan juga pergerakan harga minyak mentah serta emas yang turut memengaruhi arah pasar,” ujarnya saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/3/2026).
Herditya juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, di antaranya BBYB, EXCL, dan MBMA, seiring dengan peluang pergerakan jangka pendek di tengah volatilitas pasar.
Senada, analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza, menilai IHSG kini berada di zona penentuan arah. Secara teknikal, level 7.000 disebut sebagai batas psikologis penting yang akan menjadi penopang utama indeks.
“Support IHSG berada di level 7.000, yang juga merupakan batas psikologis penting bagi pelaku pasar. Sementara resistance berada di kisaran 7.100 hingga 7.200,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama IHSG belum mampu menembus level 7.200, ruang penguatan indeks cenderung terbatas. Sebaliknya, apabila indeks turun menembus level 7.000, tekanan bearish berpotensi berlanjut.
Dengan kondisi tersebut, Reza memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam rentang terbatas (sideways), dengan kisaran support di 7.000 dan resistance di area 7.100–7.200.
Pelaku pasar pun disarankan tetap mencermati sentimen global dan menjaga kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi, di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pasar saham.