Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB
Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • OJK menyatakan industri perbankan solid hingga 2026, ditandai pertumbuhan kredit 9,96% dan NPL terjaga 2,14%.
  • Revisi *outlook* negatif bank besar dipicu penyesuaian peringkat *sovereign* Indonesia, bukan fundamental bank.
  • Permodalan bank tetap kuat dengan rasio kecukupan modal mencapai 25,87%, likuiditas sangat memadai.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri perbankan nasional hingga awal 2026 tetap berada dalam kinerja yang solid dan menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan bahwa revisi outlook negatif terhadap sejumlah bank besar di Indonesia, termasuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental kinerja perbankan.

Menurut Dian, perubahan outlook tersebut lebih dipicu oleh penyesuaian outlook peringkat kredit sovereign Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings, dari stabil menjadi negatif.

Hal ini turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional, ditambah dengan dinamika makroekonomi global.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (year on year), sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 13,48 persen,” ujar Dian dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Dari sisi kualitas aset, OJK mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 2,14 persen. Sementara itu, permodalan industri perbankan juga tergolong kuat dengan rasio kecukupan modal mencapai 25,87 persen.

Likuiditas pun dinilai sangat memadai, tercermin dari rasio AL/NCD sebesar 121,23 persen, AL/DPK 27,54 persen, serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 197,92 persen, seluruhnya jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.

Secara lebih rinci, kinerja bank-bank besar yang tergabung dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara menunjukkan pertumbuhan kredit dua digit, masing-masing sebesar 13,34 persen dan 13,43 persen.

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan DPK juga kuat, yakni 16,32 persen untuk KBMI 4 dan 16,38 persen untuk Himbara, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat.

baca juga

Ketahanan permodalan juga tetap solid. Rasio CAR Himbara tercatat sebesar 20,32 persen, sementara KBMI 4 berada di level 22,33 persen. Angka ini dinilai memberikan ruang ekspansi yang memadai sekaligus menjadi bantalan dalam menghadapi potensi risiko ke depan.

Dari aspek kualitas kredit, rasio NPL gross berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) yang tetap terkendali. Kondisi ini menunjukkan penerapan manajemen risiko yang prudent serta tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit.

Sepanjang 2025, bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang positif, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas aset.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara dinilai tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara stabil dan berperan strategis dalam mendukung pembiayaan sektor riil serta program prioritas pemerintah.

OJK menegaskan akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan guna memastikan perbankan menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

Penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat, lanjut Dian, tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses pendanaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei OJK: Perbankan Tetap Solid di Awal 2026, Meski Inflasi dan Rupiah Jadi Tantangan

Survei OJK: Perbankan Tetap Solid di Awal 2026, Meski Inflasi dan Rupiah Jadi Tantangan

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:48 WIB

Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru

Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 07:51 WIB

DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK

DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 20:01 WIB

OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli

OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:16 WIB

Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!

Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:56 WIB

Daftar Nama 10 Calon Pejabat OJK Pilihan Prabowo yang Bakal Ikuti Tes Uji Kelayakan

Daftar Nama 10 Calon Pejabat OJK Pilihan Prabowo yang Bakal Ikuti Tes Uji Kelayakan

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:02 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×