Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
Ilustrasi pesawat terbang atau maskapai. (Freepik)
  • Konflik Timur Tengah menyebabkan gangguan signifikan pada industri penerbangan global, memicu pembatalan penerbangan dan kenaikan biaya bahan bakar jet.
  • Sektor pariwisata global terancam penurunan jumlah wisatawan, dengan proyeksi kerugian besar pada kunjungan dan penginapan di luar kawasan Timur Tengah.
  • Gangguan jalur pelayaran vital dan kenaikan biaya energi memengaruhi transportasi laut serta produksi dan distribusi pupuk dunia.

Suara.com - Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan. Tetapi, juga mengguncang berbagai sektor ekonomi global.

Gangguan langsung akibat perang serta lonjakan harga energi, terutama bahan bakar, mulai dirasakan luas oleh industri penerbangan, pariwisata, transportasi laut, pertanian, hingga sektor barang mewah.

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang pertama merasakan dampak konflik. Sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan ke wilayah terdampak demi alasan keamanan.

Meski maskapai berbasis Timur Tengah hanya menyumbang sekitar 9,5 persen dari kapasitas global, perannya sangat vital sebagai penghubung penerbangan jarak jauh antara Eropa dan Asia. Akibatnya, gangguan di kawasan ini berdampak signifikan secara global.

Data menunjukkan, sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Qatar Airways membatalkan hampir 91 persen penerbangannya.

Sementara itu, Etihad Airways membatalkan sekitar tiga perempat jadwal penerbangan, dan Emirates hampir setengahnya.

Selain pembatalan, maskapai di seluruh dunia juga menghadapi lonjakan harga bahan bakar jet yang kini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelum perang.

Dengan bahan bakar menyumbang hingga sepertiga biaya operasional, sejumlah maskapai mulai membebankan kenaikan biaya kepada penumpang melalui tarif lebih tinggi dan biaya tambahan (surcharge).

Tak hanya itu, keterbatasan pasokan bahan bakar akibat gangguan distribusi dan pembatasan ekspor juga memaksa maskapai mengurangi frekuensi penerbangan.

Kenaikan harga tiket pesawat dan ketidakpastian keamanan berdampak langsung pada minat wisatawan untuk bepergian. Proyeksi menunjukkan penurunan signifikan jumlah wisatawan ke Timur Tengah.

Oxford Economics memperkirakan jumlah kunjungan ke kawasan tersebut bisa turun antara 11 hingga 27 persen tahun ini, berbanding terbalik dengan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan 13 persen.

Dampaknya juga meluas secara global. Konflik ini diperkirakan dapat mengurangi hingga 116 juta perjalanan wisata dan 858 juta malam menginap di hotel di luar Timur Tengah.

Di Eropa, indikator pendapatan hotel per kamar sempat turun 6 persen pada pekan pertama konflik. Meski penurunan melambat di beberapa negara seperti Inggris dan Prancis, dampak lebih besar dirasakan di negara yang bergantung pada wisatawan asing seperti Irlandia dan Portugal.

Namun demikian, beberapa negara seperti Spanyol dan Portugal berpotensi mendapat keuntungan dari pergeseran tujuan wisata.

Transportasi laut yang mengangkut sekitar 80 persen perdagangan global juga terdampak. Biaya bahan bakar kapal meningkat rata-rata 20 persen, yang berimbas pada naiknya biaya pengiriman barang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:39 WIB

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 10:42 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Global, Bisnis Asuransi Masih Catatkan Torehan Positif

Di Tengah Ketidakpastian Global, Bisnis Asuransi Masih Catatkan Torehan Positif

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:35 WIB

Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda

Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 08:04 WIB

Profil Pemilik Mukhtara Air, Maskapai Baru Ternyata Punya Jaringan Bisnis di Madinah

Profil Pemilik Mukhtara Air, Maskapai Baru Ternyata Punya Jaringan Bisnis di Madinah

Bisnis | Minggu, 30 November 2025 | 10:21 WIB

Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320

Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 13:29 WIB

Terkini

BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun

BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:36 WIB

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:56 WIB

Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal

Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:52 WIB

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:17 WIB

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:11 WIB

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:51 WIB

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:47 WIB