- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia menguat ke level 7.564 pada 23 April 2026.
- Sebanyak 323 saham mengalami kenaikan dengan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp1,57 triliun di awal sesi perdagangan.
- IHSG diproyeksikan menguat jangka pendek didorong sentimen positif global serta keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit menghijau pada awal perdagangan, Kamis, 23 April 2026. IHSG dibuka terbang ke level 7.564.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG menguat 0,12 persen ke level 7.550.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 261.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 323 saham bergerak naik, sedangkan 237 saham mengalami penurunan, dan 399 saham tidak mengalami pergerakan.
![Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/31668-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, WBSA, AMIN, COAL, NIRO, KOBX, BDMN.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, BOBA, KICI, BAPA, TALD, RONY, MGLV.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan berpeluang menguat dalam jangka pendek, meski masih dibayangi tekanan eksternal dan aksi jual investor asing.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,23 persen ke level 7.541. Pelemahan ini terjadi di tengah net foreign sell sebesar Rp1,04 triliun di pasar reguler.
Secara global, sentimen pasar sebenarnya cenderung positif. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,69 persen ke level 49.490,03. Sementara S&P 500 menguat 1,05 persen ke 7.137,90 dan Nasdaq Composite melonjak 1,64 persen ke 24.657,57.
Penguatan Wall Street tersebut didorong sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran. Namun, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian lanjutan, terutama terkait dampaknya terhadap harga energi, jalur distribusi global, serta minat risiko investor.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen dinilai konsisten dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta meredam tekanan eksternal.
Secara teknikal, IHSG kini mendekati area gap di level 7.500 yang menjadi support krusial. Jika level tersebut mampu bertahan dan terjadi rebound, maka indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance di kisaran 7.650 hingga 7.700 dalam jangka pendek.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yakni Rukun Raharja Tbk (RAJA), Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), serta ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.