Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?
Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi seiring tren negatif mayoritas mata uang di Asia akibat penguatan indeks dolar AS.
  • Gejolak geopolitik di Timur Tengah serta penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo pada penutupan, Jumat, 8 Mei 2026. Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melempem ke level Rp 17.382 per dolar AS.

Rupiah tercatat turun 49 poin atau melemah 0,28 persen dibandingkan penutupan Kamis yang berada di level Rp 17.333.

Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) di level Rp 17.375 per dolar AS. 

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.608 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/8). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Suara.com]

Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan tren zona merah yang melanda beberapa mayoritas mata uang di Asia.  Salah satunya, adalah won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,84 persen.

Lalu, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,36 persen. Kemudian, rupee India melemah 0,32 persen, peso Filipina melemah 0,08 persen dan yuan China melemah 0,04 persen.

Sedangkan, beberapa mata uang Asia lainnya justru perkasa terhadap dolar AS. Misalnya, Baht Thailand menguat 0,09 persen, dolar Taiwan menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,06 persen dan yen Jepang yang menguat 0,02 persen 

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,23, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,06.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor. Faktor pertama dari kondisi Timur Tengah yang kembali memanas.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah terjadi insiden baku tembak  antara kapal AS dan Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lalu faktor kedua dipengaruhi oleh Cadangan Devisa Indonesia (Cadev) yang mengalami penurunan. Hal itu membuat investor khawatir  terhadap ekonomi Indonesia

"Data yang menunjukkan cadev Indonesia kembali turun juga ikut menekan rupiah. Posisi rupiah kedepan akan tergantung pada respon Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

Terkini

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB