Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:04 WIB
Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, sebagai gambaran pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Ekonom Bank Mandiri memprediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akibat meredanya efek musiman Lebaran.
  • Ketidakpastian global serta kenaikan harga minyak dunia memicu volatilitas pasar keuangan yang menekan nilai tukar Rupiah.
  • Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi kunci utama pemerintah dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Ekonom Bank Mandiri meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 menghadapi tantangan besar.

Salah satunya akan mengalami tekanan perlambatan seiring meredanya efek musiman Lebaran dan meningkatnya ketidakpastian global.

Ekonom Mandiri Institute, Andre Simangunsong, mengatakan berdasarkan data Mandiri Institute mencatat Mandiri Spending Index (MSI) sempat mencapai puncak tertinggi di level 124,3 pada pekan 22 Maret 2026 atau saat momentum Idulfitri. Setelah itu, tren belanja masyarakat mulai melandai.

Namun, memasuki tanggal 5 Mei 2026 mengalami penurunan menjadi 122,3 setelah terkoreksi selama lima pekan berturut-turut. Meski demikian, perlambatan konsumsi tahun ini dinilai masih lebih baik dibandingkan pola tahun lalu.

"Di 2026 ini moderasi terlihat lebih gradual," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Untuk itu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menilai bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Gedung Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)
Gedung Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)

Menurutnya, koordinasi erat antara Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan krusial dalam menghadapi tantangan eksternal sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan di masa depan.

"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," bebernya.

Ari menyebutkan bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mendorong harga minyak mentah melampaui level 100 dolar AS per barel.

Kondisi ini memicu volatilitas di pasar keuangan global dan menekan nilai tukar.

Bank Indonesia sendiri terus melakukan bauran kebijakan, termasuk intervensi pasar, untuk menjaga stabilitas Rupiah yang mengalami depresiasi sebesar 3,9 persen sepanjang tahun 2026.

Meski demikian, optimisme tetap terjaga di sektor perbankan dengan kinerja intermediasi yang solid.

Kredit industri tercatat tumbuh 9,49 persen secara year on year (YoY) per Maret 2026, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang sehat di level 2,14 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) industry tumbuh 13,55 persen YoY dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 84,63 persen yang menunjukkan likuiditas memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global

GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:26 WIB

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:12 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:39 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB