Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB
Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti
Pidato Presiden Prabowo Subianto soal dolar tidak digunakan orang di desa turut membuat nilai tukar rupiah terus anjlok. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah pada Senin, 18 Mei 2026, ditutup melemah di level Rp17.667 per dolar AS.
  • Pelemahan terjadi akibat sentimen negatif pasar terhadap pernyataan Presiden Prabowo dan tingginya harga minyak dunia.
  • Faktor eksternal seperti kekecewaan investor terhadap pertemuan Xi dan Trump turut memicu keluarnya modal asing domestik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada Senin sore (18/5/2026) masih terus jeblok setelah Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan kemarin mengeluarkan pernyataan yang dinilai blunder.

Analis mengatakan selain karena naiknya harga minyak dunia, kaburnya investor dari pasar ekuitas Indonesia juga membuat nilai tukar rupiah ambruk. Diperkirakan nilai tukar rupiah masih akan terus melemah dalam beberapa waktu ke depan.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah ke level Rp 17.667 per dolar AS, anjlok 71 poin atau terperosok 0,40 persen dibandingkan penutupan Rabu lalu yang berada di level Rp 17.475.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa pelemahan rupiah dikarenakan faktor global,terutama kekecewaan investor pada hasil pertemuan Presiden China Xi Jin Ping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

"Rupiah ditutup di 17,667 melemah 70 point di tengah sentimen risk off global, kenaikan harga minyak mentah dunia oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan harga minyak dunia juga naik oleh ancaman baru dari Trump terhadap Iran dalam konflik di Timur Tengah yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda damai.

Di dalam negeri, pidato Prabowo tentang dolar dan rupiah juga direspon negatif oleh pasar. Faktor ini ikut membebani rupiah. Sementara para investor juga masih terus menjual surat berharga di pasar ekuitas domestik.

"Sedangkan net sell asing di pasar ekuitas domestik juga semakin membebani. Sentimen utama masih pada eksternal, terutama harga minyak dunia yang tinggi memicu peningkatan pada prospek kenaikan suku bunga bank sentral. Situasi diperkirakan masih belum akan berubah banyak besok, sehingga rupiah diperkirakan masih tertekan," jelasnya.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi sependapat soal faktor domestik. Ia menyatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh pidato presiden soal dolar yang membuat pasar semakin ragu.

Pasar, demikian Ibrahim, tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dampaknya tak terlalu langsung dirasakan.

Meski demikian rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,49 persen.

Rupee India juga tertekan 0,33 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,11 persen. Dolar Taiwan ditutup turun 0,03 persen, peso Filipina ditutup melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,15 persen. Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,09 persen, dolar Singapura terangkat 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,001 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB