Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

M Nurhadi

Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Hanggara Sukandar melaporkan harga plastik dan polystyrene meningkat lebih dari 50 persen di Jakarta pada 28 Mei 2026.
  • Kenaikan harga dipicu gangguan distribusi minyak akibat konflik geopolitik global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
  • Penguatan sistem daur ulang serta edukasi pemilahan sampah diperlukan guna menciptakan ekonomi sirkular bagi keberlanjutan penggunaan material plastik.

Suara.com - President Director PT Trinseo Materials Indonesia sekaligus Environment and Sustainability Director Responsible Care Indonesia (RCI) Hanggara Sukandar mengatakan kenaikan harga plastik dan polystyrene hingga lebih dari 50 persen dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat dan industri terhadap material tersebut di berbagai sektor.

“Yang menarik, ketika harga plastik dan polystyrene naik, ini langsung menjadi perhatian banyak pihak. Artinya material ini memang masih digunakan dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari maupun aktivitas industri,” ujar Hanggara dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (28/52026), dikutip via Antara.

Ia menjelaskan kenaikan harga plastik dan polystyrene dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik, termasuk terganggunya distribusi minyak dan nafta dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik serta pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS.

Menurut dia, gangguan pasokan membuat perusahaan petrokimia harus mencari bahan baku dari wilayah lain seperti Amerika Serikat dengan harga lebih mahal dan waktu pengiriman lebih panjang.

“Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan baku plastik yang bahkan di beberapa sektor sudah meningkat lebih dari 50 persen,” katanya.

Ia menilai perhatian besar terhadap kenaikan harga tersebut menunjukkan plastik dan polystyrene masih menjadi bagian penting dalam aktivitas industri makanan dan minuman, kemasan, logistik, elektronik, otomotif, hingga kebutuhan rumah tangga.

Khusus untuk polystyrene, Hanggara mengatakan material tersebut masih sulit digantikan sepenuhnya karena memiliki karakteristik sebagai insulator panas dan dingin, ringan, tahan air, ekonomis, serta memiliki performa baik dalam kondisi dingin.

Meski demikian, ia menilai diskusi mengenai plastik dan sustainability perlu dilakukan secara lebih objektif dan berbasis ilmiah.

“Persoalannya tidak sesederhana hanya menyalahkan material tertentu, tetapi juga bagaimana perilaku penggunaan dan sistem pengelolaannya,” ujarnya.

baca juga

Menurut Hanggara, pendekatan seperti Material Flow Analysis dan Life Cycle Analysis diperlukan untuk melihat potensi material masuk kembali ke rantai daur ulang guna menciptakan circular economy.

“Kita harus melihat bagaimana material bisa kembali ke daur ulang untuk menciptakan circular economy, termasuk melihat energy consumption, carbon footprint, dan kemampuan material untuk didaur ulang secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan teknologi daur ulang sebenarnya telah tersedia, namun tantangan terbesar masih berada pada pengumpulan dan pemilahan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Hanggara juga mendorong edukasi penggunaan plastik secara lebih bijak, pengurangan penggunaan yang tidak perlu, serta penguatan budaya pemilahan dan daur ulang sampah di masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi

Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:41 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!

Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:22 WIB

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×