Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB
Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar
Ilustrasi bank Indonesia
  • Bank Indonesia melakukan intervensi pasar guna meredam pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS sejak awal Juni 2026.
  • Pelemahan mata uang dipicu oleh ketegangan geopolitik global serta tingginya kebutuhan korporasi domestik terhadap devisa untuk pembayaran dividen dan utang.
  • Bank Indonesia mengoptimalkan cadangan devisa sebesar USD 146,2 miliar serta memperluas implementasi transaksi mata uang lokal untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) secara intensif memantau pergerakan likuiditas di pasar keuangan global dan domestik guna meredam volatilitas mata uang garuda.

Langkah pengawasan ketat ini dioptimalkan setelah nilai tukar rupiah terperosok melewati ambang batas psikologis baru di angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Fokus bank sentral kini tertuju pada pengelolaan tata edar devisa negara demi menjaga ketahanan eksternal.

Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa melemahnya nilai tukar rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan kebutuhan internal yang tinggi akan valuta asing (valas).

Di kancah global, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak mentah. Kondisi ini memperbesar risiko inflasi dunia sekaligus mendorong pembalikan arus modal (capital outflow) keluar dari pasar berkembang.

Sementara dari dalam negeri, permintaan terhadap pasokan devisa melonjak akibat siklus tahunan korporasi, seperti pengiriman dividen ke luar negeri (repatriasi) serta pelunasan kewajiban Utang Luar Negeri (ULN).

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya," terang Destry melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).

Meskipun nilai tukar rupiah telah mengalami koreksi hingga 7,44 persen sejak awal tahun (year-to-date), BI menilai pelemahan tersebut masih wajar dan ditekankan berada dalam koridor regional, mengingat mayoritas mata uang Asia juga mengalami depresiasi serupa terhadap dolar AS.

Bank sentral menegaskan bahwa daya tahan ekonomi Indonesia ditekankan masih sangat kokoh karena ditopang oleh kecukupan likuiditas internasional.

Hingga akhir April 2026, posisi cadangan devisa nasional tercatat bertahan di angka yang aman, yakni sebesar USD 146,2 miliar. Jumlah devisa yang melimpah ini disiagakan penuh sebagai amunisi utama untuk mengeksekusi intervensi pasar secara taktis.

Untuk menjalankan mandat tersebut, BI secara konsisten melakukan operasi pasar melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional (offshore) guna menjaga ekspektasi nilai tukar rupiah di pasar global.

Sementara di pasar domestik, bank sentral masuk secara berkala lewat transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk memenuhi kebutuhan valas riil sekaligus meredam aksi spekulasi kurs lokal.

Langkah operasional ini kemudian diperkuat dengan aksi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder demi menjaga stabilitas imbal hasil (yield) obligasi negara.

Selain menguras cadangan devisa secara langsung di pasar spot, BI menerapkan strategi pendukung untuk menjaring pasokan valas baru dari luar negeri.

Struktur suku bunga instrumen moneter kini dibuat lebih kompetitif (pro-market) guna memikat para investor global untuk menempatkan dana mereka pada aset domestik. Aliran modal masuk (inflow) ini diharapkan mampu menambah tebal bantalan devisa negara secara organik.

Di sisi lain, strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS (dedollarization) terus digenjot melalui implementasi kerja sama transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Melalui skema LCT, pelaku usaha tidak lagi perlu menggunakan dolar AS saat melakukan kegiatan perdagangan bilateral dengan negara mitra utama seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah penghematan penggunaan devisa dolar ini mencatatkan hasil yang sangat signifikan. Per April 2026, volume transaksi dagang berbasis LCT telah meroket hingga USD 22,7 miliar.

Angka realisasi empat bulan pertama ini sudah hampir menyamai akumulasi transaksi LCT sepanjang tahun lalu yang berada di kisaran USD 25,7 miliar. Diversifikasi instrumen pembayaran ini terbukti efektif dalam memitigasi risiko volatilitas kurs sekaligus menjaga keutuhan cadangan devisa nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:25 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:48 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB