Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Dicky Prastya

Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
Ilustrasi kelas menengah.
baca 10 detik
  • Ekonom INDEF M. Rizal Taufiqurahman menyatakan sepuluh juta masyarakat kelas menengah Indonesia mengalami penurunan kesejahteraan dalam sepuluh tahun terakhir.
  • Tekanan inflasi dan melambatnya sektor manufaktur menyebabkan daya beli masyarakat serta permintaan agregat nasional mengalami penurunan yang signifikan.
  • Pemerintah perlu memastikan efektivitas stimulus fiskal sebesar Rp24-26 triliun guna menjaga stabilitas ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.

Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan kalau kondisi ekonomi domestik Indonesia tengah mengirimkan sinyal peringatan yang serius. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufiqurahman mengungkapkan bahwa motor utama penggerak ekonomi nasional, yaitu kelompok masyarakat kelas menengah, kini dalam kondisi tertekan hebat.

Pasalnya, tekanan berlapis dari lonjakan harga hingga rentetan kebijakan membuat sekitar 10 juta orang dari kelompok ini terlempar ke bawah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Kelompok menengah itu sekarang sedang ampun-ampunan. Mereka menabung inflasi, menahan beban harga, dan beban kebijakan. Wajar kalau dalam 10 tahun terakhir jumlah rumah tangga menengah itu turun atau hilang 10 jutaan," ujar Taufiq dalam acara Investortrust Discussion Forum yang digelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menerangkan, fenomena susutnya kelas menengah ini menjadi alarm keras bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, struktur ekonomi nasional selama ini sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga, di mana kelompok menengah menyumbang sekitar 80 persen hingga 85 persen dari total konsumsi. 

Ketika kantong kelas menengah kempis, agregat permintaan nasional secara otomatis ikut melorot. Rizal menjelaskan, kenaikan angka inflasi yang terjadi belakangan ini bukan mencerminkan gairah daya beli masyarakat yang menguat. 

(Kiri-Kanan) Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufiqurahman, Wakil Direktur PT Samuel Sekuritas Suria Dharma, dan Managing Editor Investortrust.id Hari Gunanto dalam acara Investortrust Discussion Forum yang dihelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
(Kiri-Kanan) Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufiqurahman, Wakil Direktur PT Samuel Sekuritas Suria Dharma, dan Managing Editor Investortrust.id Hari Gunanto dalam acara Investortrust Discussion Forum yang dihelar di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Sebaliknya, inflasi dipicu oleh faktor eksternal dan kebijakan harga yang diatur pemerintah, atau dikenal sebagai imported inflation. Kenaikan harga minyak dunia dan energi inilah yang paling besar memberikan tekanan pada pengeluaran rumah tangga.

Kondisi ini diperparah oleh melambatnya kinerja sektor manufaktur, yang melengkapi ancaman deindustrialisasi di dalam negeri. Indikator Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren mengkhawatirkan karena berada di bawah level 50, yang berarti aktivitas industri sedang berkerut alias kontraktif, bukan ekspansif.

Akibatnya, mesin ekonomi di sektor riil belum bisa bergerak optimal. Sektor manufaktur yang terganggu membuat penyerapan tenaga kerja tersendat, ditambah lagi dengan sektor pertanian yang nilai tambahnya bahkan tidak sampai 1 persen. 

baca juga

Padahal, kedua sektor inilah yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar pekerja di Indonesia. Di sisi lain pelemahan nilai tukar Rupiah membuat bahan baku impor semakin mahal, memicu kenaikan biaya produksi yang ujung-ujungnya dibebankan lagi kepada konsumen.

Meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sempat terdongkrak ke angka 5,11 persen karena momentum Ramadan dan Lebaran, INDEF mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan angka tersebut. 

Pemerintah memang telah menyiapkan stimulus fiskal sekitar Rp24 triliun hingga Rp26 triliun untuk pangan dan program vokasi, namun ketepatan sasaran dari anggaran ini harus terus dikawal ketat agar benar-benar berdampak langsung pada kantong masyarakat.

"Disiplin fiskal tidak cukup, belanja harus berdampak. Pemerintah saya kira selayaknya mengevaluasi, memonitor seluruh program-program belanja itu supaya berdampak, memberikan multiplier effect dan juga produktivitas untuk memperbaiki daya beli masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," pungkas Taufiq.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:30 WIB

Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal

Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:55 WIB

vivo Y500 Tantang Standar Smartphone Kelas Menengah, Usung Baterai 8100mAh dan AMOLED 1,5K

vivo Y500 Tantang Standar Smartphone Kelas Menengah, Usung Baterai 8100mAh dan AMOLED 1,5K

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:48 WIB

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:30 WIB

Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi

Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:20 WIB

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:45 WIB

Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD

Cheers..! Happy Hapsoro Suami Puan Maharani Borong Saham Emiten Diskotik SCBD

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:42 WIB

Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!

Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:27 WIB

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:23 WIB

Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum

Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kapal Tanker Pertamina Lolos, Selat Hormuz Dipastikan Aman?

Kapal Tanker Pertamina Lolos, Selat Hormuz Dipastikan Aman?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:39 WIB

×