- Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, memiliki total harta bersih senilai Rp18,2 miliar berdasarkan data LHKPN periode Desember 2024.
- Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi strategis pada 8 Juli 2026 terkait dugaan suap, korupsi, dan tindak pencucian uang.
- Kediaman Febrie mendapat pengawalan ketat personel TNI pascaoperasi penyidikan, yang memicu kritik dari pengamat karena dinilai melampaui batasan institusional.
Suara.com - Kekayaan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, jadi sorotan publik di tengah temuan-temuan penegak hukum yang mengarah padanya.
Terlebih, aset yang berwujud aset properti bernilai belasan miliar rupiah. Ketertarikan masyarakat ini memuncak bertepatan dengan langkah agresif kepolisian dari Kortas Tipidkor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi strategis pada Rabu (8/7/2026).
Menelisik data elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) KPK periode 31 Desember 2024, Febrie tercatat mengantongi total harta bersih tanpa utang sebesar Rp18.261.445.180.
Dari angka akumulatif tersebut, tulang punggung kekayaannya didominasi oleh investasi di sektor properti.
Dokumen resmi negara itu membeberkan bahwa Febrie menguasai dua bidang tanah beserta bangunannya di kawasan Jakarta Selatan, ditambah tiga aset serupa yang tersebar di Tangerang Selatan dan Bandung. Keseluruhan portofolio lahan dan bangunan ini ditaksir mencapai Rp14.852.820.000.
Sebagai instrumen pembanding, nilai belasan miliar tersebut sangat rasional jika melihat standar harga pasar properti di ketiga wilayah tersebut saat ini.
Di area strategis Jakarta Selatan, estimasi harga komersial tanah umumnya berkisar antara Rp20 juta hingga lebih dari Rp50 juta per meter persegi, bergantung pada eksklusivitas lokasi.
Sementara itu, untuk kawasan residensial premium di Tangerang Selatan (seperti BSD atau Bintaro) dan titik-titik elite di Bandung, harga pasaran lahan bertengger di rentang Rp10 juta sampai Rp25 juta per meter persegi.
Dengan total valuasi yang nyaris menyentuh Rp15 miliar, aset tersebut merepresentasikan kepemilikan lahan yang cukup luas atau spesifikasi bangunan bervaluasi tinggi di kelasnya.
Di luar kekayaan tidak bergerak, sang Jampidsus juga memarkirkan dananya pada empat kendaraan bermotor senilai total Rp2,31 miliar, yang meliputi Toyota Alphard, Toyota Land Cruiser Prado, Peugeot New 2008 AT, serta Honda HR-V.
Ia pun mengamankan kas dan setara kas sebesar Rp938 juta, harta bergerak lainnya Rp60 juta, serta instrumen kekayaan lain senilai Rp100 juta.
Operasi Senyap di Cipete dan Ironi Sang Pemburu Koruptor
Sorotan tajam terhadap aset pribadi Febrie ini beriringan dengan operasi penegakan hukum berskala besar oleh kepolisian.
Pada waktu yang berdekatan, penyidik menggeledah sejumlah lokasi, termasuk kawasan Sudirman, Kuningan, serta sebuah restoran bergaya Prancis, Cafe De Clan, dan Poin Money Changer di Cipete, Cilandak.
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan berhasil membongkar sebuah brankas tersembunyi di balik lemari restoran tersebut.