- PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan 45,9 ribu metrik ton LPG dari Amerika Serikat guna memperkuat ketahanan energi nasional.
- Muatan LPG tersebut akan dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten, dan Terminal LPG Arun, Aceh, untuk cadangan.
- Langkah strategis ini dilakukan perusahaan pada Juli 2026 demi menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat serta sektor produktif.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan kapal tanker Pertamina Gas 1 (PG1) yang membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keandalan pasokan LPG nasional di tengah dinamika pasar energi global.
Muatan yang diangkut kapal tersebut terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton propana (propane) dan 22,8 ribu metrik ton butana (butane). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa diversifikasi sumber pasokan global merupakan strategi perusahaan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor produktif.
"Di tengah dinamika energi global, menjaga keandalan pasokan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Kitty dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi.
![Kapal tanker Pertamina Gas 1 (PG1) membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton LPG dari Freeport, Texas, Amerika Serikat. [DOK. PT Pertamina Patra Niaga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/57302-kapal-tanker-pertamina-gas-1-pg1.jpg)
Setibanya di Indonesia, muatan LPG tersebut akan dibongkar di dua lokasi berbeda. Sebanyak 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten, sementara sisanya sebanyak 19,9 ribu metrik ton akan didepositkan di Terminal LPG Arun, Aceh.
Pasokan ini nantinya akan memperkuat stok nasional sebelum didistribusikan melalui jaringan infrastruktur Pertamina Patra Niaga.
Kapal Pertamina Gas 1 tercatat bertolak dari Texas pada 29 Mei 2026 dan menempuh pelayaran lintas Samudra, menuju Indonesia sebelum akhirnya tiba sesuai jadwal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
"Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan," kata Kitty.