- OJK dan pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 secara serentak di Bandung dan Semarang pada Senin, 7 September 2026.
- Gerakan nasional ini bertujuan memperluas kepesertaan, meningkatkan literasi, serta memperkuat ketahanan finansial masyarakat untuk menghadapi masa purnabakti.
- Peningkatan kesejahteraan hari tua memerlukan sinergi lintas program pensiun demi mengantisipasi risiko demografi penduduk lanjut usia.
Beberapa di antaranya adalah biaya kesehatan, perawatan jangka panjang, tempat tinggal, serta kebutuhan sehari-hari yang terus dipengaruhi inflasi.
Selain itu, masa hidup setelah pensiun dapat berlangsung selama puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat dana yang telah dikumpulkan selama masa produktif perlu dikelola secara baik agar dapat menghasilkan pendapatan yang memadai dan berkelanjutan.

Urgensi persiapan dana pensiun juga semakin meningkat seiring perubahan struktur demografi Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah memasuki fase ageing population sejak 2021, dengan sekitar satu dari sepuluh penduduk merupakan penduduk lanjut usia.
Kondisi tersebut dapat menjadi peluang apabila penduduk lanjut usia tetap sehat, produktif, dan mandiri.
Namun, tanpa kesiapan finansial yang memadai, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia berpotensi menambah beban keluarga, kebutuhan perlindungan sosial dan pelayanan kesehatan, serta tekanan terhadap perekonomian.
Melalui Bulan Dana Pensiun 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong peningkatan pemahaman dan kepesertaan dana pensiun agar masyarakat memiliki persiapan finansial yang lebih baik untuk menghadapi masa purnabakti.