-
Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk setelah terkena tendangan keras dalam laga Liga 4.
-
Manajemen Perseta 1970 memprioritaskan kesembuhan Firman dan menanggung seluruh biaya pengobatan medisnya.
-
Hasil rontgen di RSUD Bangkalan mengonfirmasi cedera Firman masuk dalam kategori serius dan berisiko.
Pemain yang bersangkutan mulai merasakan keluhan yang tidak biasa pada bagian pernapasannya saat sedang beristirahat.
Rasa sesak yang hebat mulai menyiksa Firman sehingga ia segera melaporkan kondisinya kepada staf ofisial tim.
Pihak manajemen tidak mau mengambil risiko lebih jauh dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
RSUD Kabupaten Bangkalan menjadi tempat tujuan utama untuk mendapatkan diagnosa klinis secara menyeluruh dan mendalam.
Tim dokter langsung melakukan tindakan rontgen guna melihat seberapa parah kerusakan pada organ dalam pemain tersebut.
Berdasarkan lembar hasil rontgen yang keluar, ditemukan kerusakan struktur tulang yang cukup nyata pada rusuk bawah.
Kerusakan ini sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan prosedur pemulihan yang tepat sesuai standar medis atlet.
"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.
Diagnosa ini praktis membuat manajemen harus mengambil langkah tegas demi keselamatan jangka panjang sang atlet muda.
Firman dipastikan tidak akan terlihat di lapangan hijau untuk sementara waktu hingga masa pemulihannya benar-benar tuntas.
Kebijakan tegas diambil dengan melarang sang pemain mengikuti rutinitas latihan harian maupun jadwal pertandingan resmi.
Absennya Firman tentu menjadi kerugian tersendiri bagi kekuatan skuat Perseta 1970 di kompetisi resmi saat ini.
Rudi Iswahyudi tidak menampik bahwa insiden tragis ini memberikan dampak psikologis bagi anggota tim lainnya yang bertanding.
Meskipun begitu, nyawa dan masa depan pemain tetap berada di atas segala ambisi klub dalam meraih trofi juara.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen tim untuk selalu waspada terhadap risiko cedera di lapangan.
Perseta 1970 Tulungagung saat ini memang sedang fokus berjuang menembus babak 32 besar di ajang Liga 4 Jawa Timur.
Namun kepentingan klub di turnamen tersebut tidak akan mengesampingkan kewajiban pengobatan intensif bagi Firman Nugraha.
"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," katanya.
Seluruh biaya pengobatan dan proses rehabilitasi akan ditanggung sepenuhnya oleh manajemen sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Klub berharap Firman dapat segera melewati masa kritis dan kembali pulih seperti sediakala melalui penanganan ahli.
Kini Firman hanya perlu fokus pada instruksi tim medis agar proses penyambungan tulang rusuknya berjalan dengan sempurna.
Dukungan dari para suporter terus mengalir untuk memberikan semangat tambahan bagi kesembuhan sang pemain bertahan tersebut.
Manajemen akan terus memantau perkembangan harian sang pemain melalui laporan berkala dari pihak rumah sakit di Bangkalan.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada komplikasi lain yang muncul pasca benturan keras di area dada tersebut.
Semangat juang Firman diharapkan tetap berkobar meskipun saat ini ia harus menepi dari rumput hijau demi kesehatannya sendiri.
