9 Perawatan Tubuh Paling Aneh di Dunia

Ruben Setiawan | Suara.com

Senin, 15 September 2014 | 23:37 WIB
9 Perawatan Tubuh Paling Aneh di Dunia
Ilustrasi pijat air terjun. (Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda ingin melakukan perjalanan hiburan, namun ingin juga mengembalikan semangat serta meremajakan tubuh, ada beberapa destinasi yang menyediakan perawatan tubuh yang aneh. Disebut "aneh" karena mungkin ada beberapa di antaranya yang bahkan belum pernah Anda dengar sama sekali. Seperti apa? Berikut ulasannya untuk Anda.

1. Pemandian air panas

Jepang memang dikenal dengan pemandian air panasnya yang dikenal dengan Onsen. Bahkan di negara Matahari Terbit tersebut memiliki 3.000 titik pemandian air panas. Pemandian air panas ini dipercaya bisa menyembuhkan keletihan, gangguan kecemasan dan masalah pencernaan sekaligus menjadikan tubuh dan pikiran lebih tenang.

2. Mandi lumpur

Mandi lumpur sudah dikenal sebagai perawatan tubuh sejak ratusan tahun silam. Konon, lumpur berfungsi mengandung zat anti peradangan, dan merendam diri di lumpur yang bermineral bisa meringankan sakit dan sakit otot dengan. Kulit pun menjadi harus karena lumpur meluruhkan kulit mati. Salah satu destinasi favorit yang bisa didatangi untuk mendapatkan perawatan ini adalah Laut Mati.

3. Perawatan detoksifikasi

Perawatan ini semakin populer dengan semakin cepatnya ritme sosial sekarang ini. Perawatan ini menawarkan program untuk menghilangkan racun dan stres sehingga tubuh terasa bersih dan bersemangat.

Mulai dari pengawasan diet dengan suplemen jus dan herbal, hydrotheraphy kolon, pembersihan hati, yoga dan meditasi, Anda bisa menemukan perawatan ini di Australia.

4. Fasial dengan emas

Konon, Ratu cantik Mesir Kuno, Cleopatra, tidur sambil menggunakan masker emas untuk menjaga kulit agar terlihat muda. Tak cuma Cleopatra. Banyak pula selebritis Amerika melakukan hal yang sama karena emas dipercaya mengandung zat anti-peradangan, anti jerawat dan anti penuaan.

5. Pedicure dengan ikan

Perawatan ini bisa ditemui di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Ikan ini akan berkumpul di kaki Anda dan memakan kulit yang mati. Usai menjalani perawatan ini, kulit kaki akan terasa lembut dan nyaman karena pedicure kuno ini.

6. Mandi bir

Bir ternyata bisa menjadi sebuah terapi. Terapi ini populer di Jerman dan Ceko, dan disebutkan bahwa berendam di bak berisi bir bisa memberikan manfaat medis. Hangatnya bir bisa mengeluarkan racun, kulit menjadi halus karena bir meluruhkan kulit mati. Ragi aktif bir masuk ke dalam tubuh membawa berbagai vitamin.

7. Cryotherapy

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Pijat Paling Aneh di Dunia

5 Pijat Paling Aneh di Dunia

Health | Kamis, 26 Juni 2014 | 23:59 WIB

Khasiat Menakjubkan Sakura untuk Kulit

Khasiat Menakjubkan Sakura untuk Kulit

Lifestyle | Kamis, 12 Juni 2014 | 14:07 WIB

Badan Pegal, Coba Rasakan Pijat Ular Piton

Badan Pegal, Coba Rasakan Pijat Ular Piton

Health | Kamis, 22 Mei 2014 | 18:22 WIB

Hilang, Jam Tangan Rp398 Juta Ditemukan di Dalam Kelamin "Pemijat"

Hilang, Jam Tangan Rp398 Juta Ditemukan di Dalam Kelamin "Pemijat"

News | Selasa, 01 April 2014 | 06:28 WIB

Usir Stres dengan Relaksasi

Usir Stres dengan Relaksasi

Health | Rabu, 19 Februari 2014 | 07:18 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB