Jauhkan Suplemen Diet Berbahaya dan Minuman Energi dari Anak!

Dythia Novianty, Risna Halidi

Selasa, 25 Juli 2017 | 08:55 WIB
Jauhkan Suplemen Diet Berbahaya dan Minuman Energi dari Anak!
Ilustrasi minuman berenergi. (Shutterstock)

Suara.com - Suplemen diet, termasuk minuman berenergi yang telah menjadi gaya hidup saat ini, tidak diatur dan tidak boleh dikonsumsi. Pasalnya, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, terutama pada anak-anak.

Hal tersebut disarankan para periset dari Center for Injury Research and Policy dan Central Ohio Poison Center yang keduanya berada Rumah Sakit Anak Nasional di Ohio, Amerika Serikat.

Suplemen diet dengan masalah medis serius adalah produk berenergi, obat-obatan alami dan tradisional. Dalam kategori alami, Yohimbe menyumbang proporsi terbesar hasil medis serius sekitar 28,2 persen.

"Eksposur untuk 'Yohimbe' dan produk berenergi bisa berbahaya, menunjukkan kebutuhan akan kemasan tahan-anak, pendidikan pengasuh dan peraturan FDA tentang zat-zat ini," kata Henry Spiller, Direktur Central Ohio Poison Center di Childrenwide Children's.

Dikatakan, Yohimbe dapat memberikan masalah seksual, kinerja atletik dan penurunan berat badan. Banyak konsumen percaya bahwa suplemen diet memiliki standar keamanan dan kemanjuran yang sama dengan obat lainnya.

"Namun, suplemen diet tidak dianggap obat-obatan, sehingga mereka tidak diharuskan untuk menjalani uji klinis atau mendapatkan persetujuan dari FDA sebelum dijual, kecuali produk tersebut diberi label yang ditujukan untuk penggunaan terapeutik," catat Gary Smith, penulis dan direktur studi senior Center for Injury Research and Policy.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Toxicology, menemukan tingkat penggunaan suplemen makanan meningkat 46,1 persen selama tahun 2000-2002, menurun pada angka 8,8 persen selama tahun 2002-2005 dan meningkat lagi ke angka 49,3 persen pada 2005-2012.

Parahnya, 70 persen penggunaan suplemen diet terjadi di kalangan anak-anak di bawah usia enam tahun dan sebagian besar tidak disengaja. Sebagian besar eksposur atau 97,3 persen terjadi di rumah, dan dalam lebih dari 97 persen kasus, anak tersebut menelan obat tersebut.

Yohimbe dapat menyebabkan perubahan irama jantung, gagal ginjal, kejang, serangan jantung dan kematian.

baca juga

"Produk energi, termasuk minuman, diiklankan untuk meningkatkan energi dan kinerja mental, serta dapat menyebabkan efek klinis yang buruk," kata para peneliti.

Data untuk penelitian ini diperoleh dari National Poison Data System, yang dikelola oleh American Association of Poison Control Centres (AAPCC). [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minuman Teh Berenergi Ini Pacu Kreativitas Anak Muda

Minuman Teh Berenergi Ini Pacu Kreativitas Anak Muda

Press Release | Selasa, 14 April 2015 | 20:57 WIB

Studi: Minuman Berenergi Tak Bermanfaat Bagi Kesehatan

Studi: Minuman Berenergi Tak Bermanfaat Bagi Kesehatan

Health | Kamis, 15 Januari 2015 | 15:45 WIB

Bahaya Anak Minum Minuman Berenergi

Bahaya Anak Minum Minuman Berenergi

Health | Kamis, 20 November 2014 | 17:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×