Peneliti Kembali Teliti Asal Usul Virus Corona, Trenggiling atau Kelelawar?

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 30 Mei 2020 | 13:07 WIB
Peneliti Kembali Teliti Asal Usul Virus Corona, Trenggiling atau Kelelawar?
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Demi menemukan asal virus corona yang sekarang menginfeksi lebih dari enam juta orang di seluruh dunia, peneliti mempelajari genetika dari virus lebih dalam.

Peneliti menyimpulkan bahwa virus corona kemungkinan telah menginfeksi kelelawar dan trenggiling jauh sebelum menular ke manusia. Studi ini diumumkan pada Jumat (29/5/2020).

Meski begitu, mereka mengaku masih terlalu dini untuk menunjuk trenggiling sebagai pemicu pandemi Covid-19 dan mengatakan sepertiga dari spesies hewan ini mungkin telah menjadi inang bagi virus.

Dari studi ini, yang jelas adalah bahwa virus corona telah bertukar berulang kali dengan strain yang sama menginfeksi kelelawar, trenggiling, dan kemungkinan spesies ketiga, tulis peneliti dari Unoversitas Duke, Laboratorium Nasional Los Alamos dan lainnya.

Hal jelas lainnya adalah bahwa orang perlu mengurangi kontak dengan hewan liar yang dapat menularkan infeksi baru.

Ilustrasi Trenggiling. [AFP/Sam Yeh]
Ilustrasi Trenggiling. [AFP/Sam Yeh]

Ini adalah hasil analisis 43 genom lengkap dari tiga jenis virus corona yang menginfeksi kelelawar, trenggiling. Virus ini menyerupai corona Covid-19.

"Dalam penelitian kami, kami menunjukkan bahwa memang SARS-CoV-2 memiliki sejarah evolusi panjang yang mencakup perombakan materi genetik dari virus corona pada kelelawar atau trenggiling sebelum memperoleh kemampuannya untuk melompat ke manusia," kata Elena Giorgi, staf ilmuwan di Laboratorium Nasional Los Alamos.

Tetapi peneliti mengatakan mereka mungkin meloloskan trenggiling dari dugaan penyebab pandemi.

"Virus corona pada trenggiling yang saat ini diambil sampel terlalu berbeda dari SARS-CoV-2 untuk menjadi 'nenek moyang' terakhirnya," catat mereka.

Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].
Ilustrasi kelelawar. [Shutterstock].

"Mungkin juga bahwa ada inang lain yang (dapat) terinfeksi virus corona tapi belum teridentifikasi... Jika galur SARS-CoV-2 yang baru tidak menyebabkan infeksi luas pada inang alami atau perantara, galur semacam itu mungkin tidak pernah dapat diidentifikasi," sambung mereka.

Namun, pengertian orang-orang sekarang bahwa mereka terinfeksi virus corona melalui pasar hewan laut, di mana banyak spesies hewan hidup dikurung dan dijual.

"Sementara reservoir SARS-CoV-2 masih dicari, satu hal yang jelas, megurangi atau memutus kontak langsung manusia dengan hewan liar sangat penting untuk mencegah zoonosis virus corona baru di masa depan," simpul peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Dibutuhkan Lebih Banyak Penelitian pada Hewan Terkait Virus Corona

Ahli: Dibutuhkan Lebih Banyak Penelitian pada Hewan Terkait Virus Corona

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 21:00 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:30 WIB

Kucing hingga Babi, Peneliti Uraikan Puluhan Hewan Berisiko Covid-19

Kucing hingga Babi, Peneliti Uraikan Puluhan Hewan Berisiko Covid-19

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 09:11 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB