Obati Pecandu Rokok, Pemerintah Malaysia Habiskan Hampir Rp 10 Miliar

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 30 November 2020 | 14:44 WIB
Obati Pecandu Rokok, Pemerintah Malaysia Habiskan Hampir Rp 10 Miliar
Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Malaysia mulai serius dalam upaya pengendalian tembakau. Buktinya, anggaran yang dihabiskan untuk mengobati pecandu rokok meningkat pesat.

Dilansir Anadolu Agency, Kementerian Kesehatan Malaysia telah menghabiskan total RM2,8 juta atau hampir Rp 10 miliar untuk mengobati 9.222 perokok sepanjang 2019.

Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba mengatakan jumlah tersebut menunjukkan peningkatan pengeluaran dibandingkan 2018 yang menghabiskan RM2 juta untuk merawat 12.640 perokok.

"Total pengeluaran meningkat menjadi RM2,8 juta pada 2019 meski jumlah yang menerima pengobatan turun menjadi 9.222 orang, karena kenaikan harga obat," ujar dia di parlemen pada Senin.

Program berhenti merokok merupakan kegiatan pengobatan farmakologis yang melibatkan dua jenis obat, yaitu terapi pengganti nikotin termasuk koyo nikotin dan permen karet nikotin serta terapi pengganti non nikotin.

Adham mengatakan kementeriannya juga telah melaksanakan inisiatif di bawah kemitraan publik-swasta dengan badan-badan profesional, dan lembaga swasta dalam program berhenti merokok atau mQuit.

MQuit tahap pertama dimulai pada 2015 hingga 2017, dilanjutkan tahap kedua dari 2017 hingga 2020 dan akan memasuki tahap ketiga mulai 2021 hingga 2025 dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kemenkes.

Alokasi keuangan untuk melaksanakan semua kegiatan di setiap tahap ditanggung oleh badan-badan profesional.

Adham menerangkan jumlah perokok yang mendaftar program berhenti merokok meningkat dari 10.240 orang pada 2017 menjadi 22.601 orang pada 2019.

Baca Juga: Malaysia akan Gelar Pemilu setelah Gelombang Virus Covid-19 Selesai

Adham mengatakan melalui promosi program selama pandemi Covid-19, lebih dari 3.442 orang telah mendaftar melalui situs dari 1 Januari hingga 21 Oktober, dibandingkan dengan 1.678 perokok yang tercatat pada 2019.

Adham mengatakan total pendaftar pada 2020 sebanyak 3.254 orang atau 95 persen terdaftar selama masa pelaksanaan Movement Control Order (MCO) yang berlangsung sejak 18 Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI