Obesitas Bikin Sakit Parah Saat Terinfeksi Covid-19, Kok Bisa?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 03 Maret 2021 | 17:25 WIB
Obesitas Bikin Sakit Parah Saat Terinfeksi Covid-19, Kok Bisa?
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Orang yang obesitas berisiko tinggi alami kondisi parah jika terinfeksi Covid-19. Kenapa bisa begitu?

Ketua umum Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DR. dr. Nurpudji Taslim. Sp.KG.(K), MPH., menyampaikan bahwa obesitas sebenarnya termasuk penyakit kronis.

Sehingga seseorang dengan komorbid obesitas bisa berisiko masuk ICU bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi Covid-19.

"Obesitas ini sudah termasuk penyakit kronis, di mana terjadi inflamasi pada pasien dengan obesitas yang menderita Covid. Terjadi mekanisme dalam hal ini fungsi metabolik, gangguan sistem imun, dan adanya inflamasi. Ini semua akan berdampak besar pada orang tersebut," jelas dokter Pudji dalam webinar perayaan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).

Gangguan metabolisme tubuh yang disebabkan karena obesitas tersebut pada akhirnya berdampak pada disfungsi sistem pernapasan. Dokter Pudji menjelaskan, gangguan itu yang kemudian membuat pasien Covid dengan obesitas mengalami peningkatan hipoksia (kekurangan oksigen dalam sel dan jaringan) juga menyebabkan paru-paru tidak berfungsi dengan baik.

Selain itu, seseorang yang obesitas kebanyakan juga diikuti dengan penyakit kronis lainnya. Seperti hipertensi, kardiovaskuler, diabetes melitus, penyakit ginjal, hingga liver.

"Semua ini akan memperberat. Jadi risikonya akan semakin naik. Dampaknya orang-orang yang obesitas kemungkinan besar untuk masuk ke ICU tinggi sekali," ucapnya.

Sementara angka kematian terjadi karena pasien mengalami gagal napas. Kondisi itu yang menyebabkan pasien Covid-19. Oleh sebab itu, dokter Pudji mengingatkan agar orang yang sudah atau berisiko obesitas perlu melakukan pencegahan ganda. Yakni mencegah tidak terpapar Covid-19 juga mencegah tubuh menjadi obesitas.

Pada webinar yang sama, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., juga menyampaikan bahwa risiko keparahan Covid-19 yang bisa dialami orang obesitas sangat mirip dengan pengidap diabetes tipe 2.

"Pertama dia sendiri sudah ada inflamasi, sudah ada sel radang dengan disregulasi daya tahan tubuh. Jadi daya tahan tubuh ini, kalau sel-sel darah putihnya boleh dikatakan ada yang bersifat inflamasi ada yang bersifat antiinflamasi, keduanya punya keseimbangan. Pada orang diabetes tipe 2, orang obes, keseimbangan ini terganggu," papar dokter Suas.

Pada pengidap kedua penyakit tersebut, akan lebih condong pada proinflamasi. Sehingga, dokter Suas menjelaskan, saat ada infeksi maka inflamasi meledak yang kemudian disebut juga sebagai badai sitokin. Bahan inflamasi jadi begitu hebat sehingga menyebabkan gejala yang timbul juga jadi parah.

"Orang-orang yang obesitas dan diabetes ini yang menyebabkan angka beratnya penyakit atau kematian yang jauh lebih tinggi," ucap dokter Suas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung

5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB