alexametrics

Tak Selalu Mabuk, Ini Dampak Minuman Beralkohol Bagi Tubuh

Vania Rossa
Tak Selalu Mabuk, Ini Dampak Minuman Beralkohol Bagi Tubuh
wine, alkohol, minuman beralkohol (Pixabay/stevepb)

Ada dampak jangka pendek yang langsung terjadi, dan dampak jangka panjang yang baru terasa beberapa tahun kemudian.

Suara.com - Alkohol merupakan cairan, zat, atau senyawa yang terdapat dalam berbagai hal, seperti obat atau minuman, yang jika dikonsumsi berlebih akan menimbulkan gejala mabuk. Bagi beberapa negara, mengonsumsi minuman beralkohol ditujukan untuk membuat tubuh hangat dari suhu yang dingin. Namun pada beberapa kondisi, orang minum alkohol saat depresi. Tentu saja, ini taka kan menimbulkan masalah jika alkohol dikonsumsi pada batas wajar. Biasanya, setiap negara memiliki batas tingkatan kandungan alkohol yang dapat dikonsumsi dan ditoleransi.

Berbagai minuman yang mengandung alkohol di antaranya adalah bir, anggur (wine), vodka, wiski, dan lain-lain. Meski tak selalu menimbulkan dampak memabukkan, minum alkohol pada dasarnya tidak baik bagi tubuh. Hal ini karena kandungan yang terdapat di dalam alkohol dapat merusak organ tubuh.

Setidaknya, inilah beberapa golongan dan kondisi orang-orang yang sebaiknya tidak minum alkohol:

  1. Anak di bawah umur.
  2. Wanita hamil, karena dapat berdampak pada bayi di dalam kandungannya.
  3. Seseorang yang sedang mengemudi. Hal ini sebagai antisipasi terjadi kecelakaan. Alkohol akan memengaruh tingkat kesadaran seseorang.
  4. Mengonsumsi obat yang bereaksi terhadap alkohol.
  5. Menderita kondisi medis atau penyakit tertentu.

Lalu, apa saka dampak yang ditimbulkan oleh alkohol?

Baca Juga: Waspada! Rutin Merokok dan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Patah Tulang

Dampak jangka pendek

  • Risiko terjadinya kecelakaan seperti tabrakan mobil, jatuh dari motor, tenggelam, atau luka bakar akibat keadaan yang tidak sadar.
  • Melakukan tindakan kekerasan seperti pembunuhan, bunuh diri, pelecehan seksual terhadap orang asing maupun pasangan.
  • Keracunan alkohol karena kadar yang berlebih
  • Melakukan hubuang seksual yang tidak diinginkan dan berisiko menyebabkan kehamilan, serta penyakit sekual menular
  • Keguguran atau kelainan pada wanita yang sedang hamil

Dampak jangka panjang

Saat mengonsumsi alkohol, mungkin seseorang akan terlihat baik-baik saja. Namun, dampak yang ditimbulkan bisa muncul setelah mengonsumsinya dalam waktu yang lama. Biasanya, dampak yang ditimbulkan merupakan berbagai penyakit atau kondisi medis yang serius, seperti:

  • Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit hati, dan masalah pencernaan.
  • Berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, dan usus besar.
  • Melemahnya sistem kekebalan dalam tubuh.
  • Mengalami masalah dalam ingatan seperti demensia.
  • Gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
  • Mengalami masalah sosial dalam keluarga dan lingkungan. Kondisi ini juga memengaruhi tingkat produktivitas sehingga menyebabkan pengangguran.
  • Ketergantungan terhadap alkohol

Dampak buruk yang ditimbulkan alkohol memang tidak saat mengonsumsinya, tetapi dapat terlihat di kemudian hari. Untuk itu, cobalah untuk mengurangi atau tidak mengonsumsinya agar kondisi tubuh tetap sehat. (Fajar Ramadhan)

Baca Juga: Lepas dari Minuman Alkohol, Chrissy Teigen Jadi Ngidam Makanan Manis

Komentar