Ingin Coba Diet Keto, Cari Tahu Dulu 3 Risikonya

Bimo Aria Fundrika | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 01 April 2021 | 18:10 WIB
Ingin Coba Diet Keto, Cari Tahu Dulu 3 Risikonya
Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)

Suara.com - Diet keto sempat digemari oleh banyak masyarakat dalam beberapa tahun belangan. Diet keto disebut sebut mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet keto biasanya terdiri dari 80 persen lemak, 15 persen protein, dan hanya 5 persen kalori dari karbohidrat. Jika mengonsumsi 2.000 kalori sehari, itu berarti hanya 100 di antaranya berasal dari karbohidrat termasuk karbohidrat sehat seperti buah dan sayuran.

Saat makan dengan cara ini, hal itu bisa memicu ketosis, yang berarti tubuh telah membakar semua karbohidratnya dan perlu mulai membakar lemak untuk energi. Namun, sebelum memulai diet ini, penting untuk paham risikonya lebih dulu.

Anda mungkin terkena "flu keto"

Ilustrasi diet (Shutterstock)
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Dilansir melalui Womenshelth, Flu keto adalah hal yang nyata. Mengurangi karbohidrat hingga drastis dan mengalami keadaan ketosis (tubuh membakar lemak untuk energi) dapat menyebabkan sejumlah gejala tidak nyaman, seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, mual, dan diare.

Efek sampingnya adalah hasil transisi tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi utama daripada karbohidrat, jelas Kristen Mancinelli, M.S., R.D.N., penulis The Ketogenic Diet. Setelah beradaptasi dengan sumber bahan bakar baru (biasanya dalam satu atau dua minggu), baru orang tersebut akan mulai merasa lebih baik.

Anda mungkin merasa murung

Saat menjalani diet rendah karbohidrat, Anda mungkin tidak mendapatkan karbohidrat yang dibutuhkan untuk menghasilkan serotonin, zat kimia otak yang membantu mengatur suasana hati. Selain itu juga akan berpengaruh pada tidur dan nafsu makan — dua faktor lain yang dapat mengganggu disposisi Anda, kata Laura Iu, RD, ahli diet terdaftar dan ahli terapi nutrisi bersertifikat konselor makan intuitif yang berbasis di New York City.

Perilaku makan Anda bisa berubah

Mengurangi karbohidrat dapat menyebabkan otak melepaskan zat kimia yang disebut neuropeptida-Y (NPY), yang memberi tahu tubuh bahwa kita membutuhkan karbohidrat.

Ketika kita tidak mendapatkan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh kita, bahan kimia ini menumpuk dan dapat mengintensifkan mengidam, yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan pola makan yang tidak teratur seperti pesta makan berlebihan, kata Iu.

"Ini tidak ada hubungannya dengan tidak memiliki 'kekuatan kemauan' yang cukup, ini lebih berkaitan dengan respons biologis tubuh terhadap perampasan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Banana Oat Pancake Tanpa Tepung dan Minyak, Cocok untuk Menu Diet

Resep Banana Oat Pancake Tanpa Tepung dan Minyak, Cocok untuk Menu Diet

Lifestyle | Kamis, 01 April 2021 | 12:01 WIB

Tanda Seharusnya Anda Tidak Menjalani Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Tanda Seharusnya Anda Tidak Menjalani Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Health | Kamis, 01 April 2021 | 07:26 WIB

Dulu Diejek karena Gemuk, Viral Cowok Berhasil Diet Hingga Kini Jadi Pujaan

Dulu Diejek karena Gemuk, Viral Cowok Berhasil Diet Hingga Kini Jadi Pujaan

Lifestyle | Rabu, 31 Maret 2021 | 12:41 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB