Spanyol Batasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bagi Lansia, Mengapa?

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 08 April 2021 | 18:45 WIB
Spanyol Batasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bagi Lansia, Mengapa?
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

Suara.com - Setelah gelombang penanggunan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, kini giliran Spanyol yang mengambil langkah terkait suntikan tersebut. 

Dilansir dari Medical Express, Spanyol membatasi pengunaan vaksin AstraZeneca untuk kelompok lansia. Mengapa demikian?

Hal itu muncul karena kekhawatiran vaksin tersebut dapat menyebabkan pembekuan darah yang langka.

Saat ini, Spanyol telah menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi kelompok usia muda dan membatasi penggunaannya bagi orang di bawah usia 65 tahun.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias mengatakan, keputusan itu diambil setelah European Medicines Agency menemukan adanya hubungan suntikan vaksin dengan penyebab pembekuan darah langka.

Spanyol menjadi satu-satunya negara yang sempat menghentikan vaksin AstraZeneca, setelah kasus pembekuan darah pertama bulan lalu. Hingga saat ini, Spanyol menggunakan vaksin Pfizer-BiNTech dan Moderna bagi kelompok usia di atas 65 tahun.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Sementara itu, pemerintah Spanyol akan mempertimbangkan vaksinasi AstraZeneca bagi usia 60 tahun. Selain itu, 2,1 juta orang telah menerima suntik pertama vaksin, dan diikuti suntikan kedua yakni 97 orang pada Rabu lalu (7/4/2021).

Meski vaksinasi berisiko bagi usia lansia dan kelompok di bawah usia 60 tahun, Carolina Darias memberi dosis vaksin alternatif yang lebih efektif memberi perlindungan, yakni Pfizer-BiNTech dan Moderna.

Meski 2 juta orang telah mendapat dosis vaksin AstraZeneca dengan harga yang murah dan mudah disimpan, namun Carolina Dias akan mengubah strategi vaksin ke depan.

baca juga

“Akan ada perubahan strategi vaksinasi,” tambahnya, dengan menyebut rencana vaksinasi lewat produk Janseen dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Jerman dan Prancis juga membatasi vaksin bagi kelompok lansia, diikuti Inggris yang juga membatasi vaksin bagi orang dewasa di bawah usia 30 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Health | Kamis, 08 April 2021 | 15:16 WIB

Divaksin AstraZeneca, 279 Warga Kenya Alami Efek Samping

Divaksin AstraZeneca, 279 Warga Kenya Alami Efek Samping

News | Kamis, 08 April 2021 | 14:33 WIB

Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya

Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya

Health | Kamis, 08 April 2021 | 14:19 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×