Vaksinasi Covid-19 Lansia Masih Jauh dari Target, Kok Vaksin Gotong Royong Sudah Mulai?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 27 Mei 2021 | 16:41 WIB
Vaksinasi Covid-19 Lansia Masih Jauh dari Target, Kok Vaksin Gotong Royong Sudah Mulai?
FGD Suara.com bersama Juru Bicara Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarimizi dengan topik "Sudah Lewatkah Masa Genting? Antara Kebal dan Bebal Covid-19", Kamis (27/5/2021). [Suara.com]

Suara.com - Pemerintah sudah mulai melakukan vaksin Covid gotong royong khusus perusahaan swasta. Pelaksanaan vaksinasi tersebut berbarengan dengan pemberian vaksin terhadap orang lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik yang masih berlangsung hingga saat ini.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian  Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi itu perlu dilakukan secara paralel untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok di masyarakat dan pemulihan sektor ekonomi.

"Kita tahu bahwa vaksin gotong royong adalah keinginan dari dunia usaha untuk mempercepat, sehingga kita berikan ruang untuk mereka bisa (dapat vaksin), tentunya juga melakukan aktivitas ekonomi kembali. Jadi kalau misalnya di tempat tersebut sudah memulai proses aktivitas ekonomi tentunya akan lebih mudah untuk bisa menjalankan atau menghidupkan daerah sekitarnya," papar Nadia dalam webinar 'Sudah Lewatkah Masa Genting? Antara Kebal dan Bebal Covid-19'bersama suara.com, Kamis (27/5/2021).

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Nadia memastikan, meski vaksinasi terhadap lansia belum sesuai target tetapi pelaksanaan vaksin gotong royong tidak akan menganggu pelaksanaan maupun stok vaksin untuk kelompok usia di atas 60 tahun tersebut. 

Nadia mengungkapkan, data Kemenkes terkait jumlah lansia yang sudah divaksin Covid-19 hingga saat ini baru sebanyak 3,1 juta orang. Dari jumlah tersebut yang sudah divaksin hingga dua dosis baru sekitar 2 juta orang. Padahal sejak awal pemerintah menargetkan sekitar 21,6 juta orang lansia yang akan disuntik vaksin Covid-19.

"Ini tidak memotong karena saat bersamaan kita sudah melakukan vaksinasi kepada yang di atas usia 60 tahun. Tapi secara bertahap, karena kita tidak ingin vaksinasi kepada para lansia dan petugas pelayanan publik jadi tertinggal, memang ini yang harus kita lakukan," ucapnya.

Terkait jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksin gotong royong, dipastikan juga berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk vaksinasi gratis pemerintah. Termasuk juga tidak menggunakan vaksin hasil hibah dari negara lain.

"Vaksin yang donasi dari Uni Emirat Arab tidak digunakan dalam vaksin gotong royong. Kita tahu bahwa ada pembelian vaksin sinopharm sebanyak 500 ribu, itu yang digunakan (untuk vaksin gotong royong). Jadi tidak mungkin vaksin yang hibah kita gunakan sebagai vaksin gotong royong," tegasnya.

Diketahui bahwa dalam pelaksanaan vaksin gotong royong, perusahaan diharuskan membayar Rp 1 juta untuk dua dosis vaksin per orang. Pembelian vaksin tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan BioFarma sebagai penyedia vaksin.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Covid-19 Lebih Agresif, Nakes Pakai APD Masih Bisa Tertular

Varian Baru Covid-19 Lebih Agresif, Nakes Pakai APD Masih Bisa Tertular

Lampung | Kamis, 27 Mei 2021 | 16:36 WIB

Politik Malaysia Semakin Semrawut Diterjang Pandemi, Muhyiddin Yassin Terdesak

Politik Malaysia Semakin Semrawut Diterjang Pandemi, Muhyiddin Yassin Terdesak

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 15:57 WIB

Anak yang Menderita Peradangan Langka akibat Covid-19 Bisa Sembuh dalam 6 Bulan

Anak yang Menderita Peradangan Langka akibat Covid-19 Bisa Sembuh dalam 6 Bulan

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 16:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×