Berapa Biaya Operasi Saraf Kejepit di Eka Hospital?

Fabiola Febrinastri

Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:44 WIB
Berapa Biaya Operasi Saraf Kejepit di Eka Hospital?
Ilustrasi penanganan saraf terjepit. (Dok: Eka Hospital)

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan nyeri hebat di area punggung seperti ditusuk-tusuk jarum? Apakah kondisi ini diperburuk saat Anda berusaha untuk meregangkan otot dan memutar kepala?

Jika kedua gejala tersebut sering Anda alami, bisa jadi Anda mengidap saraf terjepit. Apa itu saraf terjepit? Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Apakah pengidap saraf terjepit perlu dioperasi?

Temukan jawabannya bersama Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine, Chairman Gatam Institute Eka Hospital.

Dalam istilah medis, saraf terjepit biasa disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Umumnya, HNP ditandai dengan kondisi saraf yang tertekan (terjepit) oleh bagian sekitarnya dan akan menimbulkan rasa nyeri seperti tusukan jarum yang terjadi di area tulang belakang (lumbal) dan leher (cervical). Beragam faktor menjadi penyebab terjadinya saraf terjepit, misalnya faktor genetik dan usia.

Pada usia produktif 25-40 tahun, banyak sekali keluhan di daerah pinggang yang tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia, tapi juga pekerja muda yang sering menghabiskan waktunya dengan duduk selama berjam-jam.

dr. Luthfi menjelaskan, penanganan awal pada saraf terjepit umumnya diatasi secara konservatif dengan metode tanpa operasi, seperti istirahat, fisioterapi, hingga konsumsi obat dengan pengawasan dokter. Namun, ada batasan waktu dari penanganan konservatif tersebut. Jika kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan, perlu dilakukan tindakan lanjutan, salah satunya operasi.

Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini tindakan operasi pada pasien saraf terjepit mengarah pada tindakan minimal invasive yang aman dan ditandai dengan operasi minim sayatan serta metode endoskopi yang biasa disebut Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk tulang belakang dan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompresion (PECD) untuk leher.

PELD adalah penanganan pasien saraf terjepit dengan tingkat kesembuhan di atas 98%, yang dengan sayatan hanya sekitar 8 mlimeter. Pengerjaannya dilakukan dengan bantuan tabung berukuran sangat kecil dibantu dengan kamera definisi tinggi (disebut endoskop) untuk penglihatan. Melalui lensa dan monitor, saraf pasien dapat terlihat dengan jelas dan terhindar dari cedera yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat ataupun risiko kelumpuhan.

PELD dapat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat, sehingga pasien hanya perlu dirawat 2-3 hari dan bisa melakukan aktivitas normal setelahnya. Sedangkan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD) umumnya dilakukan mulai dari depan leher (anterior) ataupun dari belakang leher (posterior) tergantung lokasi tonjolan bantalan sendi.

Sama seperti PELD, teknik ini juga memiliki keunggulan karena minim sayatan dan sangat akurat, karena menggunakan kamera endoskopi. Manfaat lain yang dirasakan pasien melalui metode PELD dan PECD adalah tingkat trauma pasca operasi yang sangat rendah, penyembuhan yang singkat dan terhindar dari risiko infeksi.

“Metode PELD dan PECD merupakan solusi bagi pasien yang selama ini memiliki keraguan untuk melakukan operasi saraf terjepit karena takut risiko kelumpuhan. Melalui PELD dan PECD, akurasi operasi dapat ditingkatkan menjadi 98%. Bahkan untuk masalah biaya masih dibilang terjangkau angkanya sekitar 120-160 juta tergantung derajat keparahannya dan jangan lupa dengan metode ini pasien bisa langsung jalan pulang” tutup Dokter Luthfi.

Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine merupakan Chairman dari Gatam Institute yang merupakan pusat layanan orthopedi di Eka Hospital yang juga selalu melakukan riset terkini terhadap ilmu pengetahuan kedokteran bidang orthopedi dan spine. Selain itu, tersedia juga platform robot navigasi pertama di Indonesia dan satu satunya di Asia Tenggara untuk kebutuhan operasi pasien skoliosis. Gatam Institute juga telah berhasil membawa Eka Hospital sebagai rumah sakit rujukan nasional hingga Asia Tenggara dan terpilih sebagai salah satu rumah sakit percontohan wisata kesehatan (health tourism) Indonesia.

Saat ini, Gatam Institute didukung oleh dokter profesional yakni:
• Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine,
• dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine,
• dr. Harmantya Mahadipta, Sp.OT (K) Spine,
• dr. Syafrudin,Sp.OT (K) Spine
• dr. Ricky Hutapea, Sp.OT (K) Hip dan Knee
• dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT (K) Sport
• dr. Jamot Silitonga, Sp.OT Hip dan Knee

Sedangkan platform robot navigasi di dunia saat ini hanya tersedia di 3 negara, yakni Amerika, India dan Indonesia. Untuk dapat berkonsultasi dengan Tim Orthopaedic & Spine Center Eka Hospital, Anda dapat menghubungi WhatsApp kami di 08888-90 5555 atau klik link ini wa.me/628888905555.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wisata Medis Nasional di Eka Hospital, Kok Bisa?

Wisata Medis Nasional di Eka Hospital, Kok Bisa?

Health | Senin, 16 Agustus 2021 | 15:22 WIB

Pasang Alat Pacu Jantung, Bagaimana Cara Kerjanya?

Pasang Alat Pacu Jantung, Bagaimana Cara Kerjanya?

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:27 WIB

Lebih Akurat, Operasi Tulang Belakang Menggunakan Robot Navigasi Eka Hospital

Lebih Akurat, Operasi Tulang Belakang Menggunakan Robot Navigasi Eka Hospital

Health | Senin, 02 Agustus 2021 | 09:52 WIB

Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea

Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 09:00 WIB

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Health | Senin, 19 Juli 2021 | 09:58 WIB

Jangan Bermain HP Sambil Menunduk Agar Terhindar dari Saraf Terjepit

Jangan Bermain HP Sambil Menunduk Agar Terhindar dari Saraf Terjepit

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 22:31 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB