alexametrics

Cegah Covid-19 Naik saat Nataru, Menkes Budi Pantau Ketat Varian Baru Masuk ke Indonesia

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Cegah Covid-19 Naik saat Nataru, Menkes Budi Pantau Ketat Varian Baru Masuk ke Indonesia
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Menkes Budi yakin bahwa pihaknya bisa mendeteksi varian baru lewat 12 laboratorium genom squencing yang sudah dimiliki Indonesia.

Suara.com - Cegah lonjakan Covid-19 di akhir tahun karena libur Natal dan Tahun Baru 2022, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan akan memantau secara ketat masuknya varian baru ke Indonesia.

Menkes Budi yakin bahwa pihaknya bisa mendeteksi varian baru lewat 12 laboratorium genom squencing yang sudah dimiliki Indonesia.

"Sekarang dengan memiliki 12 genom squencing lab, strategi yang utama adalah bagaimana jangan sampai varian baru masuk, dan kita monitor ketat jangan sampai masuk, sehingga orang tertular sehingga orang masuk rumah sakit," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers Anggaran Program PEN 2021, Selasa (26/10/2021).

Ia menambahkan, meskipun laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia berkembang pesat, namun kata Menkes Budi, hal ini bukanlah jaminan kasus Covid-19 tidak akan kembali melonjak di tanah air.

Baca Juga: Tegas! Menkes Budi Gunadi Sadikin: Tidak Ada Wacana Subsidi Tes PCR Covid-19

INFOGRAFIS: 7 Tips Pencegahan Covid-19 Varian Baru!
INFOGRAFIS: 7 Tips Pencegahan Covid-19 Varian Baru!

Menkes Budi lantas mencontohkan berbagai negara dengan laju vaksinasi tinggi, namun mengalami kenaikan kasus akibat adanya varian baru virus corona. Beberapa negara itu di antaranya Singapura, Inggris, Israel dan Amerika Serikat.

"Kenapa mereka naik karena varian baru, varian Delta dan di Inggris itu ada sub varian, jadi mutasi dari varian delta yang namanya AY.4.2 yang sedang naik tinggi," ungkap Menkes Budi.

Beruntung sub varian AY.4.2 lewat pemeriksaan genom squencing belum ditemukan masuk ke Indonesia.

Ia lantas menjelaskan beberapa varian yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yakni varian Delta, AY 23, AY 24. Adapun AY.24 saat ini sedang merambah di Singapura, dan perkembangnya harus dipantau secara ketat.

Jika memantau varian baru adalah pencegahan hulu, maka Menkes Budi juga mengingatkan pentingnya protokol kesehatan mencegah lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi.

Baca Juga: Belanja Vaksin Covid-19 Indonesia Sudah Terpakai Rp28,2 Triliun

Sehingga ia menekankan kepada masyarakat agar tidak euforia yang berlebihan, merasa menyepelekan karena Covid-19 sudah terkendali.

Komentar