Disetujui Penggunaannya oleh Uni Eropa, Antibodi Buatan AstraZeneca Bakal Segera Diberikan ke Populasi Umum

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 31 Maret 2022 | 14:50 WIB
Disetujui Penggunaannya oleh Uni Eropa, Antibodi Buatan AstraZeneca Bakal Segera Diberikan ke Populasi Umum
AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Suara.com - Penelitian AstraZeneca terkait obat antibodi untuk mencegah keparahan COVID-19 memberikan hasil yang baik. Dalam waktu dekat, kombinasi antibodi ini disetujui penggunaannya di Uni Eropa.

Antibodi AZD7442 yang diproduksi oleh AstraZeneca, telah direkomendasikan untuk disetujui penggunaannya di Uni Eropa (UE) untuk profilaksis pra-paparan (pencegahan) COVID-19 pada populasi luas orang dewasa dan remaja berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kg.

Persetujuan dari European Medicines Agency berdasarkan kepada program uji klinik AZD7442, termasuk hasil dari uji klinik fase III profilaksis pra-paparan PROVENT, yang menunjukkan penurunan 77 persen dalam risiko berkembangnya COVID-19 yang bergejala dibandingkan dengan plasebo pada analisis primer dan pengurangan 83 persen pada analisis median enam bulan, dengan perlindungan dari virus berlanjut selama setidaknya enam bulan.

Christoph D. Spinner, MD, Consulting Physician Infectious Diseases dan Pandemic Officer di University Hospital Rechts der Isar dan profesor pengajar di Technical University of Munich, Munich, Jerman, mengatakan penggunaan AZD7442 untuk populasi luas memungkinkan otoritas kesehatan di Uni Eropa (UE) untuk mengidentifikasi populasi yang paling berisiko dan membutuhkan perlindungan tambahan.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

"Peningkatan kasus COVID-19, didorong oleh tingginya- subvarian BA.2 yang sangat mudah menular, dan relaksasi aturan kesehatan masyarakat selama pandemi menjadikannya penting untuk melindungi populasi yang rentan, seperti yang mengalami gangguan sistem kekebalan dari infeksi SARS-CoV-2," terangnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Sementara itu, Mene Pangalos, Executive Vice President, BioPharmaceuticals R&D, AstraZeneca, mengatakan akan terus bekerjasama dengan pemerintah di seluruh Eropa untuk membuat AZD7442 tersedia secepat mungkin.

"AZD7442 memiliki potensi untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap COVID-19 untuk populasi luas, termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki kekebalan yang memadai terhadap vaksinasi COVID-19, serta mereka yang berisiko lebih tinggi untuk terpapar COVID-19," terangnya.

Dosis AZD7442 yang direkomendasikan di Eropa adalah 150mg tixagevimab dan 150mg cilgavimab, diberikan sebagai dua suntikan intramuskular (IM) terpisah secara berurutan.

Terdapat semakin banyak bukti dari beberapa studi in vitro dan in vivo (model hewan) independen yang mendukung potensi AZD7442 untuk melindungi terhadap subvarian BA.1, BA.1.1 dan BA.2 Omicron SARS-CoV-2 yang beredar di dunia.

Data baru dari Washington University School of Medicine menunjukkan bahwa AZD7442 mempertahankan aktivitas penetral yang kuat terhadap subvarian BA.2 yang muncul dan sangat menular, juga merupakan jenis yang dominan di banyak negara Eropa dan saat ini menyumbang hampir 60 persen dari infeksi COVID-19 di Eropa.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa AZD7442 mengurangi beban virus dan membatasi peradangan di paru-paru (in vivo) untuk semua subvarian Omicron.

AZD7442 telah diizinkan untuk penggunaan darurat untuk profilaksis pra-paparan COVID-19 di AS dan juga telah diberikan otorisasi penggunaan bersyarat oleh Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) di Inggris untuk profilaksis pra-paparan COVID-19. Selain itu, ada sejumlah negara di seluruh Eropa yang memiliki perjanjian untuk penyediaan AZD7442.

Mereka yang mungkin tidak memiliki kekebalan yang memadai terhadap vaksinasi COVID-19 dapat memperoleh manfaat secara khusus dari profilaksis pra-paparan dengan adanya AZD7442. Populasi ini mencakup sekitar tiga juta orang di UE yang mengalami gangguan kekebalan seperti orang yang menderita kanker, pasien transplantasi atau siapa pun yang mengkonsumsi obat imunosupresan. Mereka yang berisiko tinggi terpapar virus SARS-CoV-2 juga dapat memperoleh manfaat dari perlindungan melalui AZD7442.

AZD7442 adalah satu-satunya kombinasi long-acting antibody dengan data fase III positif dalam pencegahan dan pengobatan COVID-19. AstraZeneca sedang mempertimbangkan kemungkinan pengajuan otorisasi penggunaan darurat atau persetujuan penuh AZD7442 di seluruh dunia baik dalam profilaksis dan pengobatan COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen

Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen

DPR | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:06 WIB

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 21:03 WIB

Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata

Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 11:10 WIB

Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan

Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:03 WIB

Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular

Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular

Health | Selasa, 23 Desember 2025 | 20:25 WIB

IEU-CEPA Disepakati, Uni Eropa Lirik Industri F&B hingga Energi Terbarukan Indonesia

IEU-CEPA Disepakati, Uni Eropa Lirik Industri F&B hingga Energi Terbarukan Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:56 WIB

Uni Eropa Gagal Sepakati Target Iklim 2035, Hanya Bawa Pernyataan Niat ke PBB

Uni Eropa Gagal Sepakati Target Iklim 2035, Hanya Bawa Pernyataan Niat ke PBB

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 12:29 WIB

Rencana Kontroversial Eropa: 'Beli Kuota Dosa' untuk Penuhi Target Iklim? Masa Depan Bumi Terancam!

Rencana Kontroversial Eropa: 'Beli Kuota Dosa' untuk Penuhi Target Iklim? Masa Depan Bumi Terancam!

Your Say | Selasa, 16 September 2025 | 18:04 WIB

BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa

BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa

Otomotif | Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:15 WIB

Terkini

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB