Tak Perlu Buru-Buru Beri Sufor, Bayi Menangis Bukan Berarti ASI Kurang

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 08 Januari 2024 | 17:15 WIB
Tak Perlu Buru-Buru Beri Sufor, Bayi Menangis Bukan Berarti ASI Kurang
Ilustrasi bayi menangis (unsplash.com/Tim Bish)

Suara.com - Bayi yang sering menangis memang kerap membuat orang tua cemas dan khawatir. Tetapi, kondisi itu sebenarnya tidak selalu karena bayi lapar atau kekurangan ASI. Dokter mengingatkan bahwa para orang tua jangan buru-buru ingin memberikan susu formula (sufor) demi bayinya dapat asupan lebih banyak.

Pakar Obstetri dan Ginekologi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG, Subsp. Obginsos(K), MPH., menjelaskan bahwa bayi yang sering menangis juga sering buang air kecil seriap 2 sampai 3 jam sekali bukan berarti karena tak cukup mendapatkan ASI. Justru kondisi tersebut menandakan bayi masih sehat.

"Bayi bisa buang air kecil, buang air besar cukup banyak, buang air kecil 2-3 jam sekali, hampir sulit dikatakan ASI-nya tidak cukup. Itu menunjukkan dia punya asupan makanan yang cukup," kata prof. Ocviyanti dalam acara Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Selama berat badan bayi tidak turun drastis dan masih dalam grafik aman sesuai kurva pertumbuhan bayi, Prof. Ocviyanti mengatakan bahwa ibu justru harusnya yakin kalau produksi ASI untuk anaknya telah cukup. Sehingga tidak perlu memberi bayi makanan tambahan lain seperti sufor, air, atau pun lainnya, bila memang belum masa MPASI.

Bayi menangis juga tidak selalu jadi pertanda dia lapar. Hanya saja, lantaran belum bisa bicara, menangis jadi satu-satunya cara bayi dalam berkomunikasi.

Ketua Satgas ASI IDAI Dr. dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, SpA(K)., menyarankan, dalam kondisi bayi menangis memang bisa dicoba terlebih dahulu untuk memberinya ASI.

Tetapi, bila bayi masih juga rewel, maka bisa jadi ada alasan lain yang menyebabkan ia masih menangis. Salah satu yang paling sering misalnya kolik, perut kembung, atau semata karena ingin diayun-ayun oleh ibunya.

Tetapi, apabila bayi tak kunjung buang air kecil dalam waktu 6 hingga 12 jam, maka ibu disarankan membawa bayinya ke rumah sakit. Karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda pertama tubuh bayi kekurangan cairan.

Pada keadaan tertentu, seperti masalah berat badan, ada indikasi dokter spesialis anak dapat memberikan suplementasi kepada bayi.

"Kami tidak membabi buta harus ASI, tahu-tahu anaknya dehidrasi, hipoglikemia. Tetapi, kami pantau. Ada rambu-rambunya. Kita harus tahu kapan bisa bertahan tanpa ASI, kapan harus berikan suplementasi," kata Naomi.

Merujuk informasi IDAI, tanda bayi mendapatkan cukup ASI yakni buang air kecil satu-dua kali per hari dalam 12-24 jam pertama kehidupan, urine yang sangat pekat dalam beberapa hari pertama dapat terlihat endapan merah bata yang merupakan kristal asam urat, buang air kecil enam-delapan kali per hari setelah berusia lima hari.

Selain itu, tinja pertama (mekonium) bayi keluar dalam 24 jam pertama, kolostrum membantu pengeluaran mekonium lebih cepat. Mekonium akan menipis menjadi hijau kecoklatan atau hijau kekuningan dalam tiga-enam hari. Dan lebih dari enam hari, tinja ASI sudah terbentuk (cair, bau asam, dan bergas).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakes Wajib Ingat, Susu Formula Tak Boleh Dibagikan Gratis untuk Bayi dan Balita!

Nakes Wajib Ingat, Susu Formula Tak Boleh Dibagikan Gratis untuk Bayi dan Balita!

Health | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:43 WIB

Bukan Sufor, Selvi Ananda Pernah Beri Pesan Begini Untuk Cegah Anak Stunting

Bukan Sufor, Selvi Ananda Pernah Beri Pesan Begini Untuk Cegah Anak Stunting

Lifestyle | Senin, 11 Desember 2023 | 10:28 WIB

Dear Bu Selvi Ananda, Yakin Susu Formula Perlu untuk Anak Usia 2 Tahun? Cek Nih Kata Para Ahli

Dear Bu Selvi Ananda, Yakin Susu Formula Perlu untuk Anak Usia 2 Tahun? Cek Nih Kata Para Ahli

Lifestyle | Minggu, 10 Desember 2023 | 18:37 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB