Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2026 | 13:54 WIB
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
Petugas Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup memasang plang penyegelan di gudang pestisida milik PT. Biotek Saranatama di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). Kementerian Lingkungan Hidup menyegel gudang pestisida yang diduga menjadi penyebab tercemarnya Sungai Jaletreng dan Sungai Cisadane guna dilakukan pengawasan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
  • Pakar BRIN memperingatkan bahwa kontaminasi Sungai Cisadane berisiko memicu masalah kesehatan kronis akibat bioakumulasi zat kimia berbahaya.
  • Residu kimia dalam sedimen sungai dapat terlepas kembali, memapar manusia melalui konsumsi dan kontak langsung dengan air.
  • Dampak medis paparan meliputi gangguan saraf akut dan risiko jangka panjang seperti kerusakan organ serta sifat karsinogenik.

Suara.com - Insiden tumpahan zat kimia di Sungai Cisadane menjadi sorotan serius bagi para pakar lingkungan. Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ignasius Sutapa, memperingatkan bahwa dampak kontaminasi ini tidak hanya berhenti pada masalah kejernihan air, melainkan berisiko memicu masalah kesehatan kronis bagi masyarakat luas.

Melalui penjelasannya di Jakarta, Minggu (15/2/2026), Ignas menyoroti fenomena bioakumulasi dan biomagnifikasi.

Hal ini terjadi ketika residu kimia atau metabolit berbahaya mengendap dalam jaringan tubuh organisme air (seperti ikan), yang kemudian berpindah ke predator yang lebih tinggi—termasuk manusia yang mengonsumsinya.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Ignas adalah mengenai "racun sekunder". Meskipun permukaan air sungai mungkin sudah terlihat kembali normal, sisa-sisa kontaminan seringkali mengendap di dasar sungai (sedimen).

  • Bahaya Tersembunyi: Racun yang tersimpan di lapisan sedimen dapat terlepas kembali ke kolom air kapan saja jika kondisi lingkungan berubah.
  • Jalur Paparan: Masyarakat berisiko terpapar secara langsung melalui aktivitas mandi dan mencuci, maupun secara tidak langsung lewat konsumsi air baku serta ikan yang terkontaminasi.

Dampak Medis: Dari Gangguan Saraf hingga Karsinogenik

Ignas merinci bahwa jenis pestisida tertentu, khususnya yang bersifat neurotoksik, dapat memberikan efek buruk secara instan maupun jangka panjang:

  • Gejala Akut: Paparan dalam dosis tertentu bisa menyebabkan mual, pusing hebat, gangguan sistem saraf, bahkan risiko kematian mendadak.
  • Efek Jangka Panjang: Paparan kronis yang berlangsung lama berpotensi merusak organ dalam, memicu gangguan sistem endokrin (hormonal), hingga memiliki sifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Sebagai langkah darurat, BRIN merekomendasikan penutupan sementara pintu masuk (intake) air baku PDAM di wilayah terdampak.

Selain itu, diperlukan pemantauan kualitas air secara real-time dan edukasi masif kepada warga agar tidak menyentuh atau menggunakan air sungai hingga statusnya dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Ignas menekankan pentingnya tiga strategi utama:

  1. Penegakan Hukum: Tindakan tegas dan pengawasan ketat terhadap pelaku pembuangan limbah B3.
  2. Teknologi Peringatan Dini: Pembangunan sistem sensor kualitas air berbasis online untuk deteksi cepat.
  3. Restorasi Ekosistem: Rehabilitasi zona riparian (wilayah tepian sungai) guna meningkatkan kemampuan alami sungai dalam menetralisir polutan.

"Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak panik. Ikuti seluruh instruksi resmi dari pemerintah dan PDAM. Hindari mengonsumsi ikan dari area terdampak dan jangan gunakan air sungai untuk keperluan konsumsi atau kebersihan diri hingga ada jaminan keamanan," pungkas Ignasius Sutapa, seperti yang dikutip dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:27 WIB

Pascakebakaran dan Cemari Sungai, Gudang Pestisida di Tangsel Akhirnya Disegel

Pascakebakaran dan Cemari Sungai, Gudang Pestisida di Tangsel Akhirnya Disegel

Foto | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:08 WIB

Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM

Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:28 WIB

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:27 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane

Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:37 WIB

Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Polres Tangsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Gudang

Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Polres Tangsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Gudang

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB