Bikin Sendiri Pupuk Cair Yuk!

Esti Utami

Selasa, 27 Oktober 2015 | 10:36 WIB
Bikin Sendiri Pupuk Cair Yuk!
Ilustrasi sampah (shutterstock)

Seorang pengrajin ekonomi kreatif asal Solo, Jawa Tengah berhasil mengembangkan alat "Blonk" yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

"Alat blonk kompos ini sudah dipatenkan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan lainnya untuk dibuat pupuk cair maupun padat," kata Denok Marty Astuti (27) seorang pengrajin alat blonk kompos warga RT 02 RW 08 Purwosari Laweyan Solo, Selasa (27/10/2015).

Denok mengatakan pembuatan alat blonk ini sangat sederhana. Dengan menggunakan tong plastik, ukuran lima atau 10 liter tergantung permintaan, kemudian pasang saringan dari plastik di tengahnya untuk menampung sampah makanan. Tong itu, dibuat lubang dan dipasang selang di bawahnya untuk menyalurkan produksi kompos cair.

"Pembuatan alat blonk ini, sangat sederhana. Namun, alat ini sudah dipatenkan dan dapat dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah organik untuk membuat pupuk kompos yang berguna untuk tanaman," kata Denok.

Menurut dia, harga alat blonk kompos ini sekitar Rp120 ribu (ukuran kecil) dan Rp600 ribu (besar). Alat ini, cukup laris dan baru dikenalkan ke masyarakat melalui pameran-pameran.

"Saya bisa menjual alat blonk kompos itu, rata-rata baru sekitar lima hingga 10 per bulannya," katanya.

Dia mengatakan cara membuat pupuk kompos sangat mudah berawal dari sampah sisa-sisa makanan dimasukan ke dalam alat blonk dan kemudian diberikan cairan bakteri pengurai atau sering disebut 'EM' tiga hingga empat sendok yang dicampur dengan air satu setengah liter dengan cara disemprotkan.

"Sampah sisa makanan itu kemudian ditutup didiamkan lima hingga enam hari kemudian akan menjadi kompos cair yang keluar dari selang plastik rata-rata 15 liter per bulan. Sisa sampah makanan juga menghasilkan kompos padat," katanya.

Menurut dia, produksi pupuk kompos cair tersebut dapat dijual seharga Rp7.000 per liter.

Dia mengatakan pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Pupuk kompos ini dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar.

"Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat," katanya.

Dia mengatakan dengan memproduksi alat blonk kompos tersebut pihaknya kini telah melakukan kerja sama dengan Dinas Pasar Pemerintah Kota Surakarta untuk memberikan pelatihan kepada petugas-petugas pasar tradisional di Kota Solo.

"Kami telah bekerja sama dengan Dinas Pasar Surakarta untuk memberikan pelatihan cara pembuatan kompos cair untuk memanfaatkan sampah sayuran dan buah-buahan di 16 pasar di kota ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aset DKI 'Disulap' Jadi Bisnis Padel, Layanan Sampah Warga Meruya Kini Telantar di Jalan

Aset DKI 'Disulap' Jadi Bisnis Padel, Layanan Sampah Warga Meruya Kini Telantar di Jalan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk

140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati

Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Gunungan Sampah Bantargebang Ditutup Geomembran

Gunungan Sampah Bantargebang Ditutup Geomembran

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB

Dari Investasi Pengelolaan Sampah, Masyarakat Justru Cuan 4 Kali Lipat

Dari Investasi Pengelolaan Sampah, Masyarakat Justru Cuan 4 Kali Lipat

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:06 WIB

Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?

Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Bagaimana Jakarta Mengubah Cara Mengelola Sampah?

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Bagaimana Jakarta Mengubah Cara Mengelola Sampah?

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:05 WIB

Terkini

BBM Bisa Naik Tinggi Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD100/Barel

BBM Bisa Naik Tinggi Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD100/Barel

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 16:12 WIB

Dukung Arahan Presiden, BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi

Dukung Arahan Presiden, BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi

Bogor | Rabu, 09 September 2026 | 16:12 WIB

Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia

Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia

Bali | Rabu, 09 September 2026 | 16:10 WIB

Honda Bikers Day 2026 Siap Satukan Ribuan Komunitas Lintas Generasi di Empat Pulau

Honda Bikers Day 2026 Siap Satukan Ribuan Komunitas Lintas Generasi di Empat Pulau

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 16:10 WIB

BRI Siap Perluas Rekening Masyarakat dan Dorong Ekonomi Kerakyatan

BRI Siap Perluas Rekening Masyarakat dan Dorong Ekonomi Kerakyatan

Surakarta | Rabu, 09 September 2026 | 16:09 WIB

Akun Uan Hilang Saat Polemik Batal Manggung Gegara Bagasi, Netizen Desak Juicy Luicy Klarifikasi

Akun Uan Hilang Saat Polemik Batal Manggung Gegara Bagasi, Netizen Desak Juicy Luicy Klarifikasi

Entertainment | Rabu, 09 September 2026 | 16:07 WIB

Dana dari Danantara Belum Cair, Proyek LRT City Masih Belum Lanjut

Dana dari Danantara Belum Cair, Proyek LRT City Masih Belum Lanjut

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 16:05 WIB

Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan

Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan

Jogja | Rabu, 09 September 2026 | 16:04 WIB

Jawaban: Ketika Kehidupan Mengajarkan Kita untuk Melepaskan

Jawaban: Ketika Kehidupan Mengajarkan Kita untuk Melepaskan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 16:00 WIB

Dari Pelosok hingga Perkotaan, BRI Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Indonesia

Dari Pelosok hingga Perkotaan, BRI Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Indonesia

Jogja | Rabu, 09 September 2026 | 15:58 WIB

×