Ahok Sindir DPRD: Naiknya Ranger Rover, Lamborghini, NPWP Gak Ada

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 19 Maret 2015 | 11:52 WIB
Ahok Sindir DPRD: Naiknya Ranger Rover, Lamborghini, NPWP Gak Ada
Mobil Lamborghini warna hijau B 1285 SHP yang dibawa Haji Lulung (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan sebagian anggota DPRD DKI Jakarta yang belum memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Itu juga jadi persoalan. Selama ini nuduh saya KKN, CSR, Ahok Center dari 2013. DPRD tuh lapor dulu deh harta kekayaannya. Jangan naik Range Rover, Lamborghini, tapi NPWP pun kagak punya gimana dong. Sudah NPWP pajak nggak punya," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Tak hanya, itu, Ahok juga menyindir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung lantaran pada saat pembahasan APBD 2015 hasil evaluasi Kemendagri kemarin mengritik anggaran operasional wali kota sebesar Rp3 miliar.

"Terus sekarang dikritik biaya operasionalnya wali kota Rp3 miliar. Segitu mah nggak bisa beli Range Rover atau Lamborghini," kata Ahok.

Lulung adalah anggota Fraksi PPP yang Agustus 2014 lalu ramai diperbincangkan karena datang ke gedung dewan membawa mobil Lamborghini Gallardo Superleggera A/T berwarna hijau keluaran tahun 2013 dengan pelat nomor B 1285 SHP.

Sebelumnya, dalam pertemuan antara tim anggaran pemerintah daerah dan badan anggaran DPRD pada Rabu (18/3/2015), Lulung mempertanyakan dana operasional Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi yang per tahun mencapai Rp3 miliar. Hal tersebut diketahui Lulung setelah membaca hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap APBD.

"Ada banyak sekali nih operasional wali kota Rp3 miliar per tahun. Operasional doang tuh, bukan program. Emang ganti baju berapa kali? Banyak banget nih. Buset dah," ujar Lulung kepada Anas di ruang Rapat evaluasi APBD di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ketika itu, Ahok menjelaskan bahwa pengalokasian biaya operasional wali kota di APBD 2015 untuk seluruh wali kota.

"Rp3 miliar di wali kota itu untuk pekerja harian lepas (PHL) karena kita nggak mau lagi pakai outsourcing. Dulu keamanan tukang kan pakai outsourcing, orang digaji di bawah UMP. Saya nggak mau semua harus kontrak individual saja," kata Ahok. "Nah itu alokasi duit di situ termasuk alat tulis kantor di situ. Rp3 miliar mah kecil dong satu wali kota, ini dinamakan operasional bukan dikantongin kepribadiannya dia. Uang operasional wali kota segala macam untuk ke kawinan pakai duit saya Rp50 juta, saya kasih. Saya bagi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Berikan "Password E-Budgeting" ke Ketua DPRD

Ahok Berikan "Password E-Budgeting" ke Ketua DPRD

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 11:09 WIB

Adakah Peran Jokowi dalam Penangkapan Razman, Ahok: Gua Gak Tahu

Adakah Peran Jokowi dalam Penangkapan Razman, Ahok: Gua Gak Tahu

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 10:49 WIB

Bahas E-budgeting, Ahok Siap Ajari Ketua DPRD

Bahas E-budgeting, Ahok Siap Ajari Ketua DPRD

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:40 WIB

Ahok Atur Anggaran DPRD, Prabowo: Memang Dia Kaisar?

Ahok Atur Anggaran DPRD, Prabowo: Memang Dia Kaisar?

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 07:15 WIB

M Taufik: Kita tak Akan Mati Kalau Tunjangan Rumah Dipangkas Ahok

M Taufik: Kita tak Akan Mati Kalau Tunjangan Rumah Dipangkas Ahok

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 06:57 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×