Derita Ibu yang Putrinya Jadi Janda Anggota ISIS

Ruben Setiawan Suara.Com
Rabu, 24 Juni 2015 | 14:34 WIB
Derita Ibu yang Putrinya Jadi Janda Anggota ISIS
Ilustrasi nenek. (Shutterstock)

Suara.com - Ibu mertua dari salah satu anggota ISIS asal Australia meminta kepada pemerintah agar berkenan menolong putrinya dan lima cucunya keluar dari Timur Tengah. Permintaan itu disampaikan sang ibu, Karen Nettleton, setelah beredar kabar bahwa menantunya sudah tewas di medan tempur dan putrinya kini menjanda di negeri orang.

Sejumlah laporan menyebutkan, Khaled Sharrouf, menantu Karen yang bergabung dengan ISIS, sudah tewas saat berperang di Kota Mosul, Irak pekan lalu. Ia diberitakan tewas bersama rekannya, Mohamed Elomar.

Nama Sharrouf sendiri populer di media saat dirinya mengunggah foto dirinya dan putranya yang berusia tujuh tahun ke Twitter. Di foto tersebut, putra Sharrouf menggenggam potongan kepala tentara Suriah.

Salah satu putri Sharrouf menikah dengan Elomar, yang juga berpose dengan potongan kepala ketika usianya masih 13 tahun. Sharrouf dan keluarganya berangkat ke Suriah pada tahun 2013.

"Dengan kematian Mohamed Elomar dan sepertinya Khaled Sharrouf, putri saya dan cucu saya butuh cinta dan kasih sayang keluarga lebih dari sebelumnya untuk membantu mereka pulih dari trauma dan kerasnya perang yang mereka alami," kata Nettleton lewat sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa (23/6/2015).

"Berbeda dengan jutaan pengungsi di Irak dan Suriah, mereka punya tempat untuk pulang," lanjutnya.

"Sekarang ia adalah janda yang sendirian di tengah tanah asing dan merawat putrinya, yang sudah menjanda pula di usia 14 tahun, serta empat anak lainnya," ujar Nettleton.

Ia memohon kepada Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, untuk membawa mereka pulang.

"Tuan Abbott, saya memohon padamu, tolong bantu bawa anak dan cucu saya pulang," kata Nettleton.

Menanggapi permohonan tersebut, Abbott mengaku kasihan pada anak dan cucu Nettleton. Namun ia tetap memperingatkan kepada si ibu bahwa putrinya akan menerima konsekuensi berat jika pulang ke Australia nanti.

"Anda tidak bisa mendakwa anak-anak berdasarkan kejahatan orangtuanya, namun mereka akan mengalami hal sama dengan yang dialami keluarga pelaku kejahatan," kata Abbott tanpa menyebut apakah dirinya akan membantu atau tidak membantu pemulangan putri Nettleton.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, pihaknya tidak akan membuat keputusan apapun sampai kabar kematian Sharrouf dan Elomar benar-benar sudah dikonfirmasi. (AFP/CNA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI