Suara.com - Kepada Yang Terhormat
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Istana Merdeka
Jakarta Pusat 10110
Indonesia
Telephone +62 21 2354 5001
Fax +62 21 345 0009
18 November 2015
Hentikan kekerasan terhadap protes pekerja dan batalkan Peraturan Pengupahan no 78/2015.
Kepada Yth Presiden Joko Widodo
Kami, organisasi yang bertanda tangan di bawah ini, ingin menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam peristiwa kekerasan, penangkapan, ancaman oleh kepolisian terhadap serikat pekerja di Indonesia dan para buruh yang melakukan protes terhadap sistem pengupahan baru yang tidak adil.
Kami mengecam penggunaan kekerasan oleh polisi untuk membubarkan unjuk rasa buruh di Jakarta pada 30 Oktober 2015 dan penyerangan sekitar 30 preman terhadap unjuk rasa damai di Sumatera Utara pada 4 November 2015. Tujuh aktivis serikat pekerja mesti mendapat perawatan setelah penyerangan itu. Kami juga mendapat informasi polisi masuk ke pabrik untuk mencegah para buruh bergabung dalam unjuk rasa atau pemogokan.
Kami sangat terkejut pemerintah Indonesia mengerahkan kepolisian dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan pekerja yang memprotes pengesahan peraturan pengupahan baru. Peraturan baru ini membuat penentuan upah minimum berdasarkan kekuatan pasar ketimbang kebutuhan hidup sehari-hari pekerja. Di Asia, Indonesia tadinya merupakan salah satu contoh penetapan upah minimum terbaik. Sebagai contoh, penghitungan upah minimum mempertimbangkan biaya hidup pekerja berdasarkan standar hidup layak!
Akan tetapi, sistem penetapan upah yang baru membuat upah pekerja tergantung pada perubahan pasar dan kebijakan perusahaan yang rentan ketimbang upah yang berdasar pada standar hidup dan kebutuhan pekerja serta keluarga mereka yang merupakan hak mendasar pekerja.
Kami mengecam dengan keras penetapan peraturan pengupahan baru yang melanggar hak asasi manusia mendasar yang terdapat pada semua orang yang bekerja.
Kami mengecam penggunaan pasukan keamanan bersenjata yang gampang melakukan kekerasan oleh pemerintah Indonesia untuk membubarkan secara paksa pekerja yang berserikat dan berkumpul dengan damai.
Kumpulan Kuis Menarik
Terkait
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:14 WIB
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:51 WIB
Pengamat Sebut Akan Bawa PSI ke Senayan, Agenda Jokowi Keliling Indonesia Bukan Silaturahmi Biasa
Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:14 WIB
PSI Siap Kawal Jokowi Safari ke Penjuru Nusantara, Bestari Barus: Sudah Agenda Sejak Awal
News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:10 WIB
Bestari Barus Tegaskan Jokowi Bagian dari PSI: Akan Turun ke Masyarakat pada Saatnya
News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:58 WIB
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB
Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur
News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB
Terkini
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB
Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB
Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB
Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB
Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB