Dituding Perkosa Remaja Putri, Anggota Dewan di India Ditahan

Tomi Tresnady

Jum'at, 06 Mei 2016 | 23:53 WIB
Dituding Perkosa Remaja Putri, Anggota Dewan di India Ditahan
Seorang perempuan pegang pamflet 'don't get rape' untuk memperingati korban perkosaan yang dilakukang sekelompok geng di New Delhi tanun 2012. Aksi digelar di Kalkuta, 16 Desember 2014 [shutterstock]

Suara.com - Seorang anggota dewan legislatif di Goa, negara bagian India, telah dituduh membeli, mempergunakan obat terlarang dan memerkosa seorang remaja putri berusia 16 tahun dalam kasus yang akan diikuti secara ketat oleh para aktivis anti perbudakan.

Atanasio Monserrate, seorang legislator independen di dewan perwakilan di Goa, telah ditahan pada Kamis (5/5/2016) setelah remaja tersebut melaporkan kepada polisi bahwa ia juga dijual kepada Atanasio oleh ibunya dan seorang wanita lain.

Mantan menteri pendidikan Goa itu mungkin jadi orang pertama sebagai pembuat hukum yang dituduh berdasarkan legislasi perdagangan manusia yang diberlakukan baru-baru ini, kata polisi, Jumat (6/5).

"Kami menuduhnya dengan pasal berbagai pelanggaran termasuk kaitan dengan obat terlarang, serangan seks dan perdagangan manusia," tutur seorang perwira polisi yang terlibat dalam investigasi kepada Thomson Reuters Foundation lewat telepon dari Panaji, ibu kota Goa.

"Saya tak punya angka-angka, tetapi ya, ini bisa jadi anggota pertama dewan legilatif dituduh berdasarkan ayat 370 yang terkait dengan perdagangan manusia." Perwira dari unit kejahatan itu yang namanya tak bersedia disebutkan, mengatakan Monserrate, mantan anggota oposisi utama Partai Kongres, telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan mengatakan ada konspirasi terhadap dirinya oleh para penentang politiknya.

Remaja itu, dari St Cruz, konstituen yang Monserrate wakili, mengatakan kepada polisi bahwa ibunya menjual diri untuk bekerja pada anggota dewan itu, tetapi ia mengurungnya, memberi minuman yang dicampur obat bius dan memperkosanya berkali-kali.

Polisi tidak mengungkap jumlah uang untuk menjual remaja itu, tetapi media lokal melaporkan remaja tersebut menyebut angka lima juta dolar (75.000 dolar AS) dalam pernyataannya kepada polisi.

Ibunya juga didakwa berdasakan UU perdagangan manusia dan kini dimintai keterangan dan pencarian sedang dilakukan atas wanita kedua, kata polisi.

India adalah rumah bagi lebih 14 juta dari 36 juta korban perbudakan sedunia, mulai dari kerja paksa sampai prostitusi, demikian Indeks Perbudakan Global 2014.

Para pegiat di Goa memperkirakan ribuan wanita dan anak-anak dari Nepal, Bangladesh, Thailand dan dari negara-negara bagian di India bekerja di kawasan pesisir di bagian barat India itu, terkenal akan pantai-pantai pohon palm dan kehidupan malam.

Banyak yang dieksploitasi untuk bekerja di rumah-rumah bordil, salon kecantikan, spa dan bar atau digunakan sebagai pembantu rumah atau bekerja dalam industri rumah sakit.

Para pegiat mengatakan mereka akan mengikut dari dekat kasus yang menimpa perempuan itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kekeringan, Nyawa 160 Juta Anak di India Terancam

Kekeringan, Nyawa 160 Juta Anak di India Terancam

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 06:23 WIB

India Larang Warga Memasak di Siang Hari

India Larang Warga Memasak di Siang Hari

News | Minggu, 01 Mei 2016 | 06:18 WIB

Impor Daging Kerbau India Dikritik Kurang Berpihak Peternak Lokal

Impor Daging Kerbau India Dikritik Kurang Berpihak Peternak Lokal

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 09:41 WIB

Seratus Orang Dikhawatirkan Tewas Akibat Gelombang Panas India

Seratus Orang Dikhawatirkan Tewas Akibat Gelombang Panas India

News | Kamis, 21 April 2016 | 15:47 WIB

Ban Kiri Depan Lepas, Hulkenberg Dihukum Turun Tiga Tingkat

Ban Kiri Depan Lepas, Hulkenberg Dihukum Turun Tiga Tingkat

News | Minggu, 17 April 2016 | 11:56 WIB

Inilah Film-film Terlaris Shah Rukh Khan

Inilah Film-film Terlaris Shah Rukh Khan

Entertainment | Kamis, 14 April 2016 | 21:27 WIB

Kebakaran Kuil Tewaskan 108 Orang, Polisi Tangkap 5 Tersangka

Kebakaran Kuil Tewaskan 108 Orang, Polisi Tangkap 5 Tersangka

News | Senin, 11 April 2016 | 14:49 WIB

Kebakaran Tewaskan 100 Orang, Kritik ke Narendra Modi Makin Keras

Kebakaran Tewaskan 100 Orang, Kritik ke Narendra Modi Makin Keras

News | Senin, 11 April 2016 | 01:51 WIB

Korban Kebakaran Kuil India Jadi 97 Orang, Jenazah Sulit Dikenali

Korban Kebakaran Kuil India Jadi 97 Orang, Jenazah Sulit Dikenali

News | Minggu, 10 April 2016 | 15:58 WIB

80 Orang Tewas Dipicu Petasan di Kuil India

80 Orang Tewas Dipicu Petasan di Kuil India

News | Minggu, 10 April 2016 | 10:38 WIB

Terkini

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:55 WIB

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×