MenPAN-RB Yakinkan Pengurangan PNS Tergantung Keuangan Negara

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 25 Juni 2016 | 06:32 WIB
MenPAN-RB Yakinkan Pengurangan PNS Tergantung Keuangan Negara
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di Jakarta, Jumat (18/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan kebijakan rasionalisasi progresif terhadap pegawai negeri sipil akan disesuaikan dengan kondisi keuangan negara.

"Apabila kondisi finansial hanya mampu memenuhi sebagian dari jumlah PNS yang terevaluasi, maka pemerintah tidak akan memaksakan untuk sepenuhnya dilakukan rasionalisasi," katanya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (25/6/2016) dinihari.

Pesangon PNS yang terkena rasionalisasi juga masih dihitung dan jumlahnya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara, misalnya pihak Kemenpan RB menginginkan sebanyak 1 juta PNS yang dirasionalisasi selama tiga tahun.

"Berarti setiap tahun ada sekitar 333.000 PNS yang terkena kebijakan rasionalisasi progresif itu, namun kebijakan tersebut akan diterapkan pada tahun 2017 dan tahun ini masih tahap sosialisasi," ucap alumnus Universitas Indonesia itu.

Ia mengatakan pihaknya juga akan melihat kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah dalam memberikan pesangon PNS yang terkena rasionalisasi tersebut dan apabila keuangan negara tidak mencukupi, maka jumlah PNS yang dirasionalisasi bisa turun menjadi 100.000 hingga 200.000 PNS.

"Pemerintah masih melakukan pematangan kebijakan dan proses sosialisasi rasionalisasi progresif, sehingga penerapan kebijakan tersebut baru akan dilakukan pada tahun 2017," katanya.

Saat ini, lanjut dia, sedang berlangsung moratorium dan rasionalisasi alamiah seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, maka rekrutmen PNS maksimal sebanyak 50 persen dari PNS yang pensiun.

"Apabila pada instansi pemerintahan tercatat sebanyak 500 PNS yang pensiun, maka penggantinya tidak boleh melebihi 250 PNS. Itu pun diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, sehingga kita sedang menyusun standar produktifitas dan kompetensinya," ujarnya.

Yuddy mengatakan secara garis besar terdapat empat kuadran untuk menilai standar kemampuan dan kinerja PNS sebelum menerapkan kebijakan rasionalisasi jumlah PNS di Indonesia.

"Pertama, PNS yang produktif dan berkompeten di bidangnya, maka PNS kategori ini akan dipertahankan oleh pemerintah. Kedua, PNS yang tidak produktif namun berkompeten akan dimutasi atau rotasi di posisi yang baru," tuturnya.

Ketiga, PNS yang produktif namun tidak berkompeten akan diberikan pelatihan dan pengembangan administrasi negara pada PNS yang bersangkutan, dan keempat yakni PNS yang tidak produktif dan tidak berkompeten yang tidak pernah masuk kerja, disiplin rendah, banyak melakukan pelanggaran, pelayanan publik jelek dan tidak punya kemampuan profesional yang akan terkena kebijakan rasionalisasi progresif. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Edarkan Surat Larangan Pegawai Negara Terima Gratifikasi

KPK Edarkan Surat Larangan Pegawai Negara Terima Gratifikasi

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 17:14 WIB

PNS Kelurahan di Padang Minta Jatah THR ke Pengusaha

PNS Kelurahan di Padang Minta Jatah THR ke Pengusaha

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:38 WIB

Seorang PNS Rampok Truk yang Sedang Melintas

Seorang PNS Rampok Truk yang Sedang Melintas

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 08:08 WIB

Telat Datang Upacara HUT DKI, PNS Jakarta Sibuk "Selfie" di Monas

Telat Datang Upacara HUT DKI, PNS Jakarta Sibuk "Selfie" di Monas

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 10:22 WIB

Lantik 513 Pejabat DKI, Ahok: Harusnya Kita Uji Coba Dulu

Lantik 513 Pejabat DKI, Ahok: Harusnya Kita Uji Coba Dulu

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 19:13 WIB

Ahok Emosi: Itu Siapa Nyanyi Indonesia Raya Celingak-celinguk!

Ahok Emosi: Itu Siapa Nyanyi Indonesia Raya Celingak-celinguk!

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 16:06 WIB

Ganti Tiga Kadis, Ahok: yang Jawabnya Ngeyel, Ganti Baru Saja

Ganti Tiga Kadis, Ahok: yang Jawabnya Ngeyel, Ganti Baru Saja

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:57 WIB

Siang Nanti Dicopot Ahok, Ini Pengakuan Kepala Diskominfo DKI

Siang Nanti Dicopot Ahok, Ini Pengakuan Kepala Diskominfo DKI

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 11:12 WIB

Dicopot Ahok, Kadis Pertamanan dan Pemakaman Mengaku Ikhlas

Dicopot Ahok, Kadis Pertamanan dan Pemakaman Mengaku Ikhlas

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:25 WIB

Rombak Pejabat DKI, Siang Ini Ahok Lantik 500 Pejabat Baru

Rombak Pejabat DKI, Siang Ini Ahok Lantik 500 Pejabat Baru

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:19 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×