Hary Tanoe, Mitra Bisnis Trump yang Sedang Jadi Sorotan Dunia

Liberty Jemadu

Senin, 02 Januari 2017 | 15:09 WIB
Hary Tanoe, Mitra Bisnis Trump yang Sedang Jadi Sorotan Dunia
Hary Tanoesoedibjo diperiksa Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (17/3) [Suara.com/Oke Atmaja].

Suara.com - Hary Tanoesoedibjo, konglomerat Indonesia yang juga ketua umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), sedang menjadi sorotan media internasional setelah dalam sebuah wawancara dengan media Australia ia mengumumkan niatnya untuk bertarung dalam pemilihan umum 2019 sebagai calon presiden.

"Jika tak ada yang bisa saya percaya untuk mengatasi masalah-masalah di negara saya, maka saya akan mencalonkan diri sebagai presiden," kata Hary seperti yang diulas ABC, Senin (2/1/2017).

"Ini bukan untuk diri saya sendiri, tetapi bagi negara saya," kata Hary yang menambahkan bahwa Indonesia butuh "seorang pemimpin yang punya integritas, yang bisa memberikan solusi bagi negara."

Hary, yang memiliki beberapa stasiun televisi, radio, dan surat kabar di Tanah Air, diulas oleh media-media Barat bukan hanya karena niatnya untuk maju sebagai presiden tetapi karena kedekatannya dengan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

ABC dalam situs beritanya menulis bahwa "Donald Trump's Indonesian business partner Hary Tanoe 'may try to run for president'". Jika diterjemahkan bebas, judul itu bisa berarti "Mitra bisnis Donald Trupm, Hary Tanoe akan mencalonkan diri sebagai presiden."

Sementara media Inggris, The Guardian, menulis berita berjudul "Donald Trump's Indonesian business partner considers running for president", yang diterjemahkan berarti "Mitra bisnis Donald Trump di Indonesia mempertimbangkan untuk maju sebagai presiden".

Hary memang punya hubungan bisnis dengan Trump. Menurut The Guardian, Hary sedang membangun dua proyek Trump di Tanah Air. Keduanya adalah sebuah resort mewah di Bali dan sebuah resort yang dilengkapi lapangan golf di Lido, Jawa Barat.

Kedua proyek itu akan dirampungkan dalam masa pemerintahan Trump di Gedung Putih.

Akses Langsung ke Trump

Dalam wawancara dengan ABC, Hary juga mengatakan bahwa ia punya akses komunikasi langsung dengan Trump, sesuatu yang sangat berharga bagi banyak pemimpin dunia saat ini.

"Saya tentu saja punya akses kepada dia, karena kami bekerja sama, tetapi saya harus membatasi kerjasama dan interaksi itu," kata Hary.

Ia mengatakan hubungannya dengan keluarga Trump justru lebih banyak dengan anak-anak Trump.

"Ketiganya. Tiap-tiap mereka punya peran berbeda. Don junior bertanggung jawa atas seluruh proyek, Eric di sektor desain dan golf, dan Ivanka lebih ke detail," ujar dia.

Tentang kedekatan antara Hary dan Trump sudah diulas oleh Foreign Policy, sebuah media terkemuka AS yang mengulas politik internasional, pada 22 Desember lalu.

Dalam artikel bertajuk "Trump's Indonesia Business Partner Is Knee-Deep in Dirty Politics" (jika diterjemahkan bebas berarti "Mitra Bisnis Trump di Indonesia Terlibat dalam Politik Kotor"), disebutkan bahwa Hary punya hubungan dekat dengan Trump.

Dino Patti Djalal, bekas duta besar Indonesia untuk AS, yang diwawancarai Foreign Policy mengatakan bahwa Hary "mungkin adalah satu-satunya yang punya akses terbesar kepada Trump dan satu-satunya yang telah berhubungan dengannya (Trump) dalam cara yang substansial."

Sementara Wayne Forrest, presiden kamar dagang Amerika-Indonesia, kepada media yang sama mengatakan bahwa Hary mencoba untuk menjadi penghubung antara pemerintah Indonesia dengan Trump.

"Saya pernah mendengar bisik-bisik bahwa Hary Tanoe berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai broker antara pemerintahan Jokowi dan Trump," kata Forrest, "Meski saya ragu bahwa Jokowi akan menerima tawaran seperti itu."

Bukti kedekatan itu sendiri, menurut ABC dan The Guardian, terbukti saat Hary mengatur pertemuan antara politikus Golkar, Setya Novanto dan politikus Gerindra, Fadli Zon dengan Trump pada September lalu.

Pertemuan itu terjadi ketika Trump sedang gencar berkampanye untuk merebut kursi nomor satu di AS. Pertemuan itu membuat geger Indonesia karena dalam kampanye-kampanyenya menyudutkan umat Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz Jika Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Lengser

Iran Mau Buka Selat Hormuz Jika Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Lengser

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:01 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

Donald Trump Prioritaskan Isu Nuklir Iran dibanding Jalur Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 12:44 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Omon-omon Donald Trump: Saya Kasih Rp80 Juta Per Orang Syaratnya Republik Menang Pemilu

Omon-omon Donald Trump: Saya Kasih Rp80 Juta Per Orang Syaratnya Republik Menang Pemilu

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:16 WIB

Amerika Serikat Akan Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump atau Trump Strait

Amerika Serikat Akan Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump atau Trump Strait

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×