Telisik Hadiah Jam Tangan Setnov, KPK Gandeng FBI

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Kamis, 05 Oktober 2017 | 18:54 WIB
Telisik Hadiah Jam Tangan Setnov, KPK Gandeng FBI
Twitter Johannes Marliem.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menjalin kerjasama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (KTP-el) tahun 2011-2012.

Termutakhir, KPK fokus menelisik keterangan saksi kunci kasus itu, Johannes Marliem, yang pernah menyebut dirinya memberikan jam tangan kepada Ketua DPR RI Setya Novanto. Marliem sendiri sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu diduga bunuh diri.

"Informasi rinci (soal jam tangan) belum bisa kami bagikan ke publik, karena ada sejumlah informasi yang sifatnya teknis penyidikan. Tetapi benar KPK bekerja sama dengan otoritas di beberapa negara,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017).

Khusus di AS, kata dia, KPK bekerja sama dengan FBI untuk mencari dan mengumpulkan bukti mengenai kasus KTP-el.

Tidak hanya persoalan hadiah jam tangan untuk Setnov, Febri menuturkan kerja sama dengan FBI juga dilakukan untuk menelisik indikasi aliran uang dari Marliem kepada pejabat-pejabat lainnya.

"Ada indikasi aliran dana kepada sejumlah pejabat di Indonesia yang sudah terungkap juga di proses persidangan Johannes Marliem di AS,” ungkapnya.

Johanes Marliem yang disebut dalam dakwaan Irman dan Sugiharto adalah, penyedia Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1 dalam proyek KTP elektronik. KPK mengakui sempat memeriksa Johanes Marliem di Singapura.

Kekinian, meski Marliem sudah tewas, kasusnya terkait dugaan tindak pidana pencucian uang sedang berjalan di pengadilan AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Belum Mau Keluarkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

KPK Belum Mau Keluarkan Sprindik Baru untuk Setya Novanto

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 18:42 WIB

Hakim Praperadilan Setnov Dilaporkan ke MA

Hakim Praperadilan Setnov Dilaporkan ke MA

Foto | Kamis, 05 Oktober 2017 | 16:23 WIB

Jokowi Diminta Tak Hiraukan Rekomendasi Pansus Angket KPK

Jokowi Diminta Tak Hiraukan Rekomendasi Pansus Angket KPK

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 14:10 WIB

Setnov Tersangka e-KTP Dua Kali, Mungkinkah?

Setnov Tersangka e-KTP Dua Kali, Mungkinkah?

Video | Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:59 WIB

Pengamat: Novanto Mundur Saja Biar Beban Golkar Kurang

Pengamat: Novanto Mundur Saja Biar Beban Golkar Kurang

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 20:44 WIB

Pansus KPK Ketemu Tito: Materi Tertutup, Tak Bisa Disampaikan

Pansus KPK Ketemu Tito: Materi Tertutup, Tak Bisa Disampaikan

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 18:53 WIB

Fahri Hamzah: KPK Bukan Penegak Hukum Tapi Kantor Berita

Fahri Hamzah: KPK Bukan Penegak Hukum Tapi Kantor Berita

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:35 WIB

KPK Minta Pemprov DKI Lakukan Ini Agar Jauh dari Korupsi

KPK Minta Pemprov DKI Lakukan Ini Agar Jauh dari Korupsi

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:12 WIB

KPK Cerita Dampak Mengerikan Jika Korupsi

KPK Cerita Dampak Mengerikan Jika Korupsi

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 14:52 WIB

Dikawal 6 Orang, Gubernur Papua Datangi KPK

Dikawal 6 Orang, Gubernur Papua Datangi KPK

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 14:46 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×