Begini Rasanya Ngantor saat Corona Mewabah di Seoul

Dany Garjito

Senin, 16 Maret 2020 | 07:05 WIB
Begini Rasanya Ngantor saat Corona Mewabah di Seoul

Suara.com - Riswanto Tan membagikan pengalamannya bekerja di tengah wabah corona di Seoul.

Dalam unggahannya, Riswanto Tan mengatakan bahwa ia bekerja di perusahaan farmasi lokal dengan 650 karyawan.

Riswanto Tan juga mengungkapkan, terhitung dari 20 Februari, jumlah orang yang positif terinfeksi COVID-19 di Korea Selatan saat ia membuat postingan mencapai lebih dari lima ribu pasien.

Dilansir dari laman Kawal COVID-19, berikut penggalan kisah Riswanto Tan ngantor di tengah wabah corona di Seoul:

Sejak awal Februari, tempat kerja saya sudah menghentikan medical representative agar tidak mengunjungi rumah sakit dan menganjurkan mereka untuk tinggal di rumah saja.

Ilustrasi masker. (Pexels/Billy Markus)
Ilustrasi masker. (Pexels/Billy Markus)

Karyawan dengan riwayat perjalanan terakhir ke Tiongkok dan orang-orang dengan gejala mirip COVID-19 (pada dasarnya gejala flu) juga diminta untuk tinggal di rumah.

Voluntary work from home juga berlaku untuk para ibu dengan bayi, mereka yang tinggal dengan lansia di rumah, dan sebagainya. Seluruh perjalanan bisnis, rapat tatap muka, hingga finger print dibatalkan.

Mobilisasi karyawan dibatasi (tidak boleh ke lantai lain, dilarang ke kafe saat istirahat, melaporkan pekerjaan via telepon, dll.), dan jam makan siang yang tadinya hanya ada 1 shift mulai dibagi-bagi per departemen.

Di kantin kantor, meja yang muat 8 orang kini hanya boleh diduduki oleh 4 orang dengan posisi zig-zag. Hand sanitizer didistribusikan dan masker disediakan secara gratis di berbagai lokasi. Pemeriksaan suhu tubuh wajib dilakukan tiap pagi.

Saya sempat izin sakit karena pilek hari Sabtu-Minggu dan masih ada sisa sakitnya pada hari Senin, tapi kalau tetap masuk kantor, orang-orang mungkin jadi paranoid. Untungnya, selama wabah COVID-19, ternyata izin sakit tidak dipotong cuti.

Pada tanggal 22 Februari ketika kasus positif menjadi 412 orang, jam kerja dipotong 3 jam lebih awal untuk menghindari rush hour. Lumayan, kami jadi bisa tidur 1 jam lebih lama dan pulang 2 jam lebih cepat Seminggu dua kali, karyawan wajib menjawab lembaran yang intinya mendata semua tempat publik yang didatangi 3 hari terakhir. Jika tempat publiknya agak berisiko seperti RS, keperluannya ditanya juga.

Seluruh karyawan akhirnya dirumahkan dengan beberapa pengecualian sejak 28 Maret saat kasus positif mencapai 2,294 orang. Ini termasuk agak lelet, sih, untuk tingkat corporate di Seoul, tapi tidak apa apa. Untuk tingkat direktur ke atas dan satu orang per departemen, mereka tetap harus ngantor sehari 5 jam untuk memastikan aktivitas kantor berjalan mendekati normal, termasuk saya. Tapi tidak apa-apa, soalnya kalo work from home kerjanya tetap 8 jam sehari.

Masker yang tadinya tersedia gratis di banyak tempat, termasuk di bus, gym, dan tempat umum lainnya, mulai menghilang dan harga masker mulai naik. Untungnya, kantor menyediakan N95 yang dibagikan ke setiap karyawan sebanyak 1 biji. Terakhir, kami diberi 5 biji, mungkin dengan pertimbangan anggota keluarga di rumah. Belakangan, hand sanitizer yang bisa dimasukkan ke kantong juga dibagikan karena yang masuk kantor hanya sekitar 10%. Kantin tutup dan diganti dengan lunch box. Ini juga lumayan soalnya lunch box-nya dari hotel bintang 5. Pemeriksaan suhu tubuh yang tadinya menggunakan infrared thermometer diganti jadi thermal imaging seperti yang dipakai di bandara.

Di Seoul, saat tulisan ini dibuat, sudah 99 orang positif (pasien Seoul cuma 1.9% dari total positif di Korea), dan tidak sulit untuk mengikuti tes COVID-19 karena gratis, bisa dilakukan di mana saja, termasuk klinik-klinik seperti puskesmas, dan juga drive thru buat yang takut ke tempat ramai.

Intinya, saya berharap semoga outbreak-nya cepat berlalu biar bisnis lancar lagi tapi kalau bisa jam kerja tetap 5 jam sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TWICE Tutup Tur Terbesar THIS IS FOR dengan Konser Finale 3 Hari di Seoul

TWICE Tutup Tur Terbesar THIS IS FOR dengan Konser Finale 3 Hari di Seoul

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:00 WIB

Ibu Bekerja Pulang Malam Dicap Penjahat, tapi Ayah Lembur Disebut Pahlawan

Ibu Bekerja Pulang Malam Dicap Penjahat, tapi Ayah Lembur Disebut Pahlawan

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:14 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:26 WIB

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:28 WIB