Kasus Covid-19 kembali Meroket, Pemerintah Prancis Tutup 22 Sekolah

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 05 September 2020 | 16:59 WIB
Kasus Covid-19 kembali Meroket, Pemerintah Prancis Tutup 22 Sekolah
Ilustrasi sekolah dibuka kembali.[Unsplash/Taylor Wilcox]

Suara.com - Pemerintah Prancis menutup 22 sekolah yang tersebar di Prancis daratan dan Pulau Reunion di Samudra Hindia Prancis karena penularan Covid-19 yang meroket.

"Di Prancis daratan, saat ini ada 12 sekolah yang ditutup dari total lebih dari 60.000, ini adalah jumlah yang kecil," ujar Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer disadur dari FR24 News.

"Penambahan 10 sekolah di Reunion (pulau), itu berarti 22." sambungnya.

Lebih dari 12 juta siswa kembali ke kelas di Prancis pada hari Selasa, tetapi beberapa orang tua dan persatuan guru menyatakan kekhawatiran atas pembukaan kembali sekolah karena Covid-19.

Membela keputusan untuk membuka kembali sekolah, Blanquer mengatakan kepada Journal du Dimanche bahwa Tidak semuanya harus dihancurkan oleh situasi kesehatan.

"Kita harus waspada, tetapi tidak melupakan kebutuhan pendidikan dan sosial, juga tidak menyimpang dari dua tujuan kita: meningkatkan tingkat pendidikan setiap anak dan mengurangi ketidaksetaraan." ujarnya.

Pedoman pemerintah mengatakan bahwa siswa berusia 11 tahun ke atas diharuskan memakai masker di sekolah Prancis, tetapi sekelompok profesional kesehatan berpendapat bahwa ini juga harus berlaku untuk anak-anak berusia enam tahun ke atas.

"Saya lebih suka dia pergi ke sekolah. Tidak mudah belajar dari rumah dan saya harus bekerja juga." ujar Laure Gevaert, yang putrinya bersekolah di Saint-Leu-d'Esserent, utara Paris

Namun dia juga mengatakan ancaman gelombang kedua mengkhawatirkan. "Jika ada kasus di sekolah, itu akan membuat saya khawatir. Saya tidak akan memulangkannya," tambahnya.

baca juga

Pihak berwenang juga mendorong orang untuk kembali bekerja, karena pemerintah Prancis meluncurkan paket stimulus 100 miliar euro (Rp 1.746 triliun) yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan menyelamatkan bisnis yang kesulitan.

Ada lebih dari 7.000 infeksi baru di Prancis selama 24 jam untuk kedua kalinya dalam dua hari setelah liburan musim panas dan menjadi penularan harian tertinggi di Eropa. Itu mendekati rekor 7.578 kasus yang dicatatkan Pranis pada 31 Maret.

Jumlah tersebut jauh di atas ratusan kasus harian yang dilaporkan pada bulan Mei dan Juni, saat Prancis melonggarkan lockdown dan menguji lebih sedikit orang.

Jumlah orang yang dirawat intensif dengan virus corona juga sedikit lebih tinggi, tetapi jauh di bawah level krisis pada Maret dan April.

Lebih dari 30.600 orang dengan virus tersebut telah meninggal di Prancis, yang memiliki salah satu jumlah kematian tertinggi di Eropa setelah Inggris dan Italia.

Prancis saat ini masuk dalam daftar karantina perjalanan Inggris Raya, yang berarti siapa pun yang memasuki negara tersebut harus mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

Awal pekan ini, siswa dari Inggris dan Wales kembali ke kelas untuk memulai semester musim gugur di tengah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki hingga Al Azhar Mesir Kecam Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad

Turki hingga Al Azhar Mesir Kecam Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad

News | Jum'at, 04 September 2020 | 08:41 WIB

Barbie Kumalasari Gandeng Pacar Baru, Bule Prancis

Barbie Kumalasari Gandeng Pacar Baru, Bule Prancis

Video | Jum'at, 04 September 2020 | 05:00 WIB

Presiden Prancis Tolak Kecam Charlie Hebdo yang Terbitkan Lagi Kartun Nabi

Presiden Prancis Tolak Kecam Charlie Hebdo yang Terbitkan Lagi Kartun Nabi

News | Rabu, 02 September 2020 | 13:46 WIB

Terkini

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:16 WIB

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB

×