Penularan Covid di Jateng Tinggi, Ganjar: Angka Itu Tidak Terlalu Benar

Dany Garjito, Hadi Mulyono

Jum'at, 04 Desember 2020 | 19:24 WIB
Penularan Covid di Jateng Tinggi, Ganjar: Angka Itu Tidak Terlalu Benar
Ganjar di acara Mata Najwa. (YouTube/Najwa Shihab)

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara perihal kasus harian Covid-19 di Jawa Tengah yang pada akhir November kemarin dinyatakan tertinggi di Indonesia.

Menurutnya, angka yang disampaikan pemerintah pusat terlalu berlebihan sehingga mengagetkan masyarakat.

"Diawali dari informasi yang mengagetkan semua orang, karena angka di tanggal 29 tinggi sekali, dan kemudian itu yang menjadi catatan semuanya. Sehingga dibawa dalam rapat dan Pak Presiden menyampaikan. Ya sayang saja bahwa angka itu ternyata tidak terlalu benar, tapi tidak apa-apa saya kira baik juga untuk memberikan peringatan setidaknya kepada gubernur Jawa tengah," katanya sebagaimana dikutip dari tayangan Mata Najwa, Rabu (02/12/2020).

Dari sorotan tajam yang dialamatkan kepadanya, Ganjar merasa hal itu sebagai pelajaran baginya sehingga tugas dia selanjutnya adalah menanyakan kenapa angka itu muncul.

"Gede banget segitu dan dari mana sumbernya?" sambung Ganjar.

Ganjar di acara Mata Najwa. (YouTube/Najwa Shihab)
Ganjar di acara Mata Najwa. (YouTube/Najwa Shihab)

Meski ada perbedaan data dari Pemprov Jateng dan pusat, Ganjar mengaku sudah ada klarifikasi dari kementerian kesehatan bahwa beberapa angka itu memang ada yang keliru menginput, ada yang delay dan seterusnya.

"Buat saya cukup, dan besok pagi kita akan mengirimkan tim untuk saling cocok-cocokan data dan memperbaiki sistem yang saya harapkan di republik ini sistemnya satu aja, kan sudah ada all new record, pakai saja itu.
Tinggal ita melatih orang-orang inputer ini," lanjutnya.

Sehubungan dengan kasus yang melonjak, Ganjar mengakui Jawa Tengah memang ada peningkatan. Akan tetapi, angkanya tidak melonjak seperti yang dikatakan pemerintah pusat.

"Maka data-data delay itu disampaikan saja kepada publik, ada sekian data delay dan ini akan dilaunching setelah mendapatkan verifikasi atau klarifikasi," imbuhnya.

baca juga

Inisiator Kawal Covid-19 Ainun Nadjib dalam kesempatan yang sama memberi penjelasan lebih lanjut soal perbedaan data antara Jateng dan Pemerintah Pusat.

"Spesifik untuk Jawa Tengah itu masalahnya di angka kematian, kematian yang dilaporkan oleh pusat itu hanya separuh dari total angka yang kami total dari kabupaten dan kota.
Di pusat total dilaporkan meninggal 2.393, sementara kita kumpulin itu totalnya sudah 4.566," urai Ainun yang terhubung secara virtual.

Oleh sebab itu, tambah Ainun, Ganjar Pranowo perlu menyidak dan perlu ditekan lagi untuk sinkron antara daerah dan pusat.

Sebab, tidak di Jawa Tengah saja yang terjadi perbedaan data melainkan juga di seluruh Indonesia secara umum, ketinggalannya itu sekitar 30% secara total.

"Jadi angka kematian nasional kita itu tidak menggambarkan besarnya wabah sesungguhnya di lapangan," ujar Ainun.

Meski begitu Ganjar menilai tingginya data di Jawa Tengah karena tes Covid-19 jauh lebih banyak dari daerah lain.

Video selengkapnya di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:59 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

PDIP Sindir Narasi 'Jateng Kandang Gajah' di Tengah Rencana Safari Jokowi

PDIP Sindir Narasi 'Jateng Kandang Gajah' di Tengah Rencana Safari Jokowi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:20 WIB

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Foto | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:49 WIB

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB

MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas

MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:43 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×