China Denda Alibaba 43 T: Bukti Tak Ada yang Bisa Lebih Kuat dari Komunis?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 16 April 2021 | 04:15 WIB
China Denda Alibaba 43 T: Bukti Tak Ada yang Bisa Lebih Kuat dari Komunis?
BBC

Suara.com - Ini merupakan minggu yang sulit bagi perusahaan teknologi China.

Akhir pekan lalu raksasa e-commerce Alibaba milik konglomerat Jack Ma didenda $2,8 miliar (sekitar Rp43 triliun) oleh regulator China, yang mengatakan perusahaan itu telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Kemudian pada hari Senin, perusahaan pembayaran digital China Ant Group - afiliasi dari Alibaba - mengumumkan rencana restrukturisasi drastis setelah regulator memaksa perusahaan itu bertindak lebih seperti bank daripada perusahaan teknologi.

Pada hari Selasa, 34 perusahaan teknologi China, dipanggil oleh pejabat dan diperingatkan: biarkan Alibaba menjadi pelajaran bagi Anda.

Mereka telah diberi waktu satu bulan untuk "merefleksikan diri" dan mematuhi aturan baru China untuk perusahaan teknologi.

Alibaba adalah kakek dari industri teknologi China. Perusahaan itu mendominasi pasar di sana dengan lebih dari 800 juta pengguna di China saja.

Itulah mengapa ini menjadi peringatan bagi orang-orang lain di sektor teknologi ketika perusahaan itu didenda dan secara resmi ditegur.

Investigasi terhadap perusahaan Alibaba mengatakan bahwa perusahaan itu telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun dengan membatasi pedagang untuk berbisnis atau menjalankan promosi di platform saingan.

Denda tersebut berjumlah sekitar 4% dari pendapatan domestik perusahaan tahun 2019.

Para pelaku industri mengatakan kepada saya "semua orang tegang". Perusahaan besar khawatir mereka akan jadi yang berikutnya.

Perusahaan seperti Tencent, JD.com, Meituan, Bytedance, dan Pinduoduo semuanya melihat pengalaman Alibaba dan berusaha untuk tak melewati garis merah yang ditetapkan oleh Beijing.

Tidak ada yang bisa lebih kuat dari Partai

Di permukaan, denda Alibaba terkait dengan peningkatan regulasi di sektor teknologi China dan bagi banyak orang, ini adalah pertanda baik bahwa pasar telah matang.

"Jika Anda membaca undang-undang, regulator China mencoba untuk lebih melihat ke depan dan berpikir ke depan dalam upaya mengatur industri yang bergerak begitu cepat," kata Rui Ma, seorang analis teknologi China dan co-host podcast Tech Buzz Cina.

"Mereka memasukkan penggunaan algoritma, bukan hanya soal persentase kepemilikan saham. Mereka mencoba memahami ekonomi platform dan mencoba sejalan dengan apa yang dilakukan oleh negara-negara yang lebih maju."

Tetapi langkah tersebut juga dipandang sebagai tindakan politis.

Itu adalah indikasi bahwa di bawah Presiden Xi Jinping, tidak ada yang lebih besar atau lebih kuat dalam kehidupan rakyat China biasa, selain Partai Komunis.

Perusahaan-perusahaan ini telah menciptakan dunia virtual alternatif bagi orang-orang China dan sangat menguasai kehidupan mereka. Anda tidak dapat melewati hari tanpa mengakses salah satu aplikasi ini di China.

Namun, pengaruh yang sama atas kehidupan orang-orang China menempatkan mereka dalam persaingan langsung dengan Partai Komunis China.

Sumber-sumber di lingkaran keuangan China mengatakan kepada saya bahwa mereka mencurigai "[Jack Ma] membuat kesal banyak pemimpin puncak di Beijing" ketika ia membuat pidato yang menolak sektor perbankan tradisional tahun lalu.

Pidato tersebut menyebabkan media pemerintah mengkritik bisnis Ma, Alibaba dan Ant Group. Kemudian Ma dan timnya dipanggil oleh regulator dan peluncuran pasar saham Ant yang sangat dinanti-nantikan pun ditangguhkan.

Para pengamat memberi tahu saya apa yang dikatakan Ma pada simposium itu sangat merugikannya.

Baik Ant dan Alibaba ingin menyelesaikan masalah itu.

Dalam sebuah rapat investor minggu ini, wakil ketua eksekutif Alibaba Joe Tsai mengatakan: "Dari sudut pandang regulasi…. Dalam kasus kami, kami telah diawasi dan kami senang untuk menyelesaikan masalah ini."

Dia menambahkan: "Saya pikir di masa depan, tren global akan memperlihatkan regulator lebih tertarik untuk mengawasi beberapa area di mana Anda dapat mengalami persaingan tidak sehat."

'Wild West' teknologi China sedang berubah

Perusahaan teknologi China lahir dan tumbuh di lingkungan dengan sedikit atau tanpa regulasi.

Sektor ini beroperasi seperti Wild West, dengan filosofi "bangun dan mereka akan datang".

Dan untuk waktu yang lama pemerintah secara aktif mendorong hal itu.

"China memiliki skema nasional untuk mempromosikan kewirausahaan dan inovasi," kata Angela Zhang, profesor di Universitas Hong Kong kepada saya.

Dia adalah seorang ahli hukum China dan merupakan penulis buku terbaru berjudul Chinese Antitrust Exceptionalism.

"Di masa lalu, regulator sedikit lebih longgar dalam pendekatan mereka. Mereka menggunakan regulasi alternatif yang lebih lunak bagi perusahaan teknologi."

Tetapi lanskap regulasi itu berubah ketika China mencoba mengendalikan perusahaan-perusahaan ini.

Membunuh ayam untuk menakuti monyet

Prof Zhang mengatakan bahwa sementara Beijing ingin mengendalikan sektor ini - mereka tidak ingin membunuh angsa emas perekonomian.

"Dalam bahasa China ada ungkapan, membunuh ayam untuk menakut-nakuti monyet," katanya. "Alibaba akan digunakan sebagai contoh, sebagai pelajaran bagi perusahaan teknologi lain.

"Jika Anda menempatkan diri Anda pada posisi kepemimpinan China, mereka pasti menginginkan kemakmuran ekonomi. Pertumbuhan adalah prioritas utama pemerintah. Pengalaman Alibaba akan memastikan perusahaan yang lain sejalan."

Rui Ma setuju dan mengatakan aturan tersebut akan membantu mendorong lebih banyak inovasi untuk perusahaan kecil di China yang hingga saat ini telah ditekan oleh para pemain besar.

"Pemodal ventura lokal yang pernah saya ajak bicara umumnya mendukung peraturan ini," katanya.

"Mereka berpikir ada lebih banyak peluang untuk menemukan perusahaan yang lebih muda dan lebih baru yang tidak memiliki kesempatan sebelumnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia

Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:04 WIB

Geram Masih Ada Kasus Penipuan, Mendag Mau Ubah Aturan E-Commerce

Geram Masih Ada Kasus Penipuan, Mendag Mau Ubah Aturan E-Commerce

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:20 WIB

E-commerce, Flash Sale, dan Ledakan Transaksi Ramadan

E-commerce, Flash Sale, dan Ledakan Transaksi Ramadan

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:40 WIB

Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan

Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 08:48 WIB

Makin Selektif, Konsumen Kini Pilih Double Check Sebelum Belanja Online

Makin Selektif, Konsumen Kini Pilih Double Check Sebelum Belanja Online

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:25 WIB

Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce

Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:56 WIB

idEA: Pentingnya Sosialisasi Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik, Jangan Hanya Operator!

idEA: Pentingnya Sosialisasi Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik, Jangan Hanya Operator!

Tekno | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:45 WIB

Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026

Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:35 WIB

Purbaya Tunda Pajak E-commerce di 2026, Takut Daya Beli Jeblok

Purbaya Tunda Pajak E-commerce di 2026, Takut Daya Beli Jeblok

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:15 WIB

Platform E-Commerce Industri Berbasis AI Ini Dorong Transformasi Industri 4.0

Platform E-Commerce Industri Berbasis AI Ini Dorong Transformasi Industri 4.0

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:09 WIB

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:59 WIB

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:25 WIB

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:16 WIB

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:05 WIB

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB