India Akan Bangun Taman dari Abu Jenazah Covid-19

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 05 Juli 2021 | 15:53 WIB
India Akan Bangun Taman dari Abu Jenazah Covid-19
Pembakaran kayu bakar atau kremasi pasien yang meninggal akibat virus corona di krematorium kota Surat [AFP]

Suara.com - Sebuah taman sedang dikembangkan di krematorium di Bhopal menggunakan abu jenazah korban Covid-19. Taman ini dibangun untuk mengenang mereka yang meninggal karena keganasan virus tersebut.

Menyadur NDTV Senin (05/07) taman ini akan dibangun di Bhadbhada Vishram Ghat dan diisi dengan 21 truk penuh berisi abu sisa pembakaran jenazah Covid yang disimpan di fasilitas tersebut.

Abu-abu jenazah itu belum diambil oleh kerabat mendiang karena pembatasan yang sangat ketat di India sehingga manajemen memiliki tantangan tersendiri untuk membuangnya.

"Lebih dari 6.000 mayat dikremasi di Bhadbhada Vishram Ghat dengan kepatuhan ketat protokol COVID-19 selama periode 90 hari dari 15 Maret hingga 15 Juni," jelas Mamtesh Sharma, sekretaris komite manajemen krematorium.

"Sebagian besar anggota keluarga mengumpulkan tulang-tulangnya tapi meninggalkan abunya karena virus corona. Akibatnya, abu jenazah di krematorium itu ditinggalkan hingga menghasilkan 21 truk bermuatan abu." ujarnya.

Lokasi kremasi di India. [Manjunath Kiran/AFP]
Lokasi kremasi di India. [Manjunath Kiran/AFP]

"Sulit dan tidak ramah lingkungan untuk membuang abunya ke sungai Narmada. Hal itu bisa mencemari sungai. Jadi, kami memutuskan untuk mengembangkan sebuah taman dengan abunya," lanjut pria ini.

Taman ini sedang dikembangkan menggunakan "teknik Miyawaki" dari Jepang, di mana sekitar 3.500-4.000 tanaman dapat ditampung, katanya.

Sharma mengatakan bahwa dengan teknik ini, tanaman akan membutuhkan waktu 15 hingga 18 bulan untuk tumbuh menjadi pohon.

Ketua komite Arun Choudhary mengatakan keputusan itu diambil untuk mengenang orang yang mati agar tetap hidup dengan mengembangkan taman di kampus krematorium.

baca juga

“Kami mengimbau kepada keluarga yang meninggal akibat Covid-19, untuk ikut bekerja di perkebunan. Pihak pengelola akan merawat tanaman ini hingga tumbuh menjadi pohon,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertukar, Jasad Orang Islam Dibakar, Keluarga Sholatkan Abu Jenazah

Tertukar, Jasad Orang Islam Dibakar, Keluarga Sholatkan Abu Jenazah

Batam | Senin, 24 Mei 2021 | 16:58 WIB

Abu Jenazah Remaja Ini Terpaksa Dibagi Dua karena Orangtua Ribut Soal Nama

Abu Jenazah Remaja Ini Terpaksa Dibagi Dua karena Orangtua Ribut Soal Nama

News | Senin, 26 April 2021 | 16:25 WIB

Seorang Perempuan Menyimpan Abu Jenazah Orang yang Salah Selama 10 Bulan

Seorang Perempuan Menyimpan Abu Jenazah Orang yang Salah Selama 10 Bulan

News | Senin, 12 April 2021 | 15:02 WIB

Terkini

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

×