Rendahnya Aksi Iklim Global akan Membahayakan Ibadah Haji

Siswanto

Kamis, 07 Juli 2022 | 16:06 WIB
Rendahnya Aksi Iklim Global akan Membahayakan Ibadah Haji
Ilustrasi haji (Pixabay/konefi)

Suara.com - Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia menempatkan ibadah haji umat Muslim dalam risiko tinggi.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Pusat Pengkajian Islam Universitas Nasional berjudul “Dampak Kebijakan Iklim bagi Ibadah haji,” ancaman meningkatnya suhu global dan cuaca ekstrem akan sangat berbahaya bagi jemaah di tanah suci.

Laporan itu mengungkapkan penurunan emisi global yang lebih cepat sangat penting untuk menyelamatkan umat Muslim dalam melaksanakan ibadah haji. Karena itu, diperlukan tindakan segera yang lebih kuat dari negara-negara industri dan kaya juga negara-negara mayoritas muslim.

Suhu tinggi, bila dikombinasikan dengan kelembapan, bisa sangat berbahaya. Ketika udara sangat lembab, laju evaporasi (penguapan) keringat terhambat karena udara sudah penuh dengan uap air.

Pada kondisi demikian, manusia rentan terkena sengatan panas karena tubuh jadi kesulitan berkeringat. Orang tua merupakan kelompok paling rentan terhadap serangan panas. Namun, ketika panas dan kelembapan cukup tinggi, orang muda yang sehat pun berisiko sakit atau mati akibat panas.

Kondisi ini bisa terjadi di Makkah, Berdasarkan data saat ini, suhu rata-rata global telah meningkat 1,2°C karena aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan.

Kebijakan iklim saat ini membawa dunia menuju pemanasan global 2,7°C sebelum anak-anak yang lahir hari ini berusia 80 tahun. Pada tingkat pemanasan global saat ini, ibadah haji di musim panas sangat berbahaya, dengan 97% musim panas mencapai ambang level 'berbahaya', dan sekitar satu dari lima musim panas tersebut akan mencapai ambang level 'bahaya ekstrem'—tingkat yang belum pernah dialami di Makkah.

Peluang untuk mencapai ambang batas panas dan kelembapan yang berbahaya ini akan sangat berkurang jika pemanasan global dipertahankan sesuai target Perjanjian Paris, 1,5°C. Peluang terjadinya suhu panas lembap pada jamaah haji melebihi ambang batas 'bahaya' akan lebih besar dibanding saat ini, terutama pada bulan yang lebih dingin yaitu Mei dan Juni. Namun, peluang untuk mencapai tingkat 'bahaya ekstrem' hanya 4% pada September, dan 0% di semua bulan lainnya–yang berarti ibadah haji akan jauh lebih aman jika target penurunan emisi bisa terpenuhi saat ini.

Menurut laporan ini, lima negara yang paling bertanggung jawab atas perubahan iklim hingga saat ini adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan Brasil, bersama Uni Eropa. Mereka adalah negara kaya dan penyumbang emisi lebih tinggi yang punya tanggung jawab dan potensi paling besar untuk menghilangkan karbon paling cepat.

baca juga

Tetapi tindakan untuk membatasi emisi dari negara-negara terkaya saja tidak akan cukup. Tindakan global diperlukan untuk membatasi pemanasan, dan termasuk pengurangan emisi di negara yang belum menjadi salah satu pencemar teratas dalam sejarah, atau saat ini bukan negara berpenghasilan tinggi.

Di antara negara-negara yang perlu mengurangi emisi yaitu negara mayoritas Muslim. Laporan ini mengkaji konsekuensi emisi karbon dari negara-negara tersebut karena mereka berkepentingan terkait ibadah haji.

Dari laporan terungkap, negara mayoritas Muslim termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Turki, Bangladesh, Mesir, dan Indonesia punya kebijakan emisi yang—jika diikuti negara lainnya—akan menyebabkan ibadah haji menjadi terlalu berbahaya bagi para jamaah.

Tanpa tindakan bersama seluruh negara di dunia, termasuk negara mayoritas Muslim, maka kita akan menuju kegagalan besar dalam melindungi umat muslim dunia untuk menjalankan rukun islam ke-5 yaitu ibadah haji.

Laporan ini juga menemukan negara mayoritas Muslim seperti Maladewa dan Maroko telah menunjukkan rencana pengurangan karbon yang sesuai target Perjanjian Paris.

Menurut Ketua Pusat Studi Islam UNAS Fachruddin M. Mangunjaya laporan ini memberikan gambaran penting bagi umat Islam untuk peduli dan bertindak terhadap perubahan iklim. Panas ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim akan membuat ibadah haji–salah satu dari lima rukun Islam–lebih sulit dan lebih berbahaya bagi komunitas Islam.

Selanjutnya, kata perubahan iklim juga akan berdampak buruk pada banyak negara Islam dan penduduk Muslim dunia pada umumnya. Ayat 30 Surah Al-Baqarah menyatakan, manusia diciptakan Allah sebagai khalifah–pemimpin bumi–oleh karena itu adalah tanggung jawab suci kita untuk merawat planet ini dan mencegahnya dari kehancuran dan kerusakan.” 

“Laporan ini merupakan sebuah pengingat penting bahwa kita sudah berada dalam tahap bahaya yang dapat mengakhiri kehidupan kita di planet bumi. Kondisi ini berarti kita telah merusak ciptaan Allah dan gagal memenuhi peran kita sebagai khalifah (pengayom) di muka bumi. Oleh karena itu, sebagai umat muslim kita harus berani mendesak semua negara – khususnya yang memiliki tanggung jawab dan kapasitas terbesar – untuk meningkatkan upaya mereka dalam menguranngi emisi dan menetapkan strategi yang ambisius dalam mengatasi perubahan iklim,” kata Nana Firman, Senior Ambassador at GreenFaith and co-founder of The Global Muslim Climate Network.

“Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan perubahan iklim secara langsung mengancam keselamatan dan kelangsungannya. Dengan semakin banyak Muslim yang “menghijaukan” haji mereka secara individu, pemerintah dan lembaga keuangan harus menerapkan rencana ambisius di tingkat sistemik dengan meningkatkan pengembangan energi terbarukan dan mulai menghapus energi berbahan bakar fosil," kata Haji Imam Saffet A. Catovic, Masyarakat Islam Amerika Utara (Kantor Urusan Antar Agama dan Komunitas).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:46 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut

Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya

Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Dilimpahkan ke Pengadilan, Berkas Perkara Gus Yaqut Setinggi 1 Meter Dibawa Pakai Troli

Dilimpahkan ke Pengadilan, Berkas Perkara Gus Yaqut Setinggi 1 Meter Dibawa Pakai Troli

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:29 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana

Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×