Apa yang Dirasakan Para Pria yang Ikuti Simulasi Menstruasi di India?

Siswanto, BBC

Selasa, 06 September 2022 | 11:41 WIB
Apa yang Dirasakan Para Pria yang Ikuti Simulasi Menstruasi di India?
BBC

Suara.com - Datang bulan - dan segala ketidaknyamanan yang dimunculkannya - masih menjadi topik tabu untuk dibicarakan di India.

Tapi sebuah kampanye di Negara Bagian Kerala, India, telah mengubah hal itu.

Penyelenggara aksi membawa simulator haid ke pusat perbelanjaan dan kampus-kampus di distrik Ernakulam untuk mempersilakan para pria mengalami simulasi keram menstruasi.

Aksi ini merupakan upaya agar topik datang bulan bisa menjadi perbincangan biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah video terbaru dari kegiatan ini menunjukkan para lelaki meringis dan menjerit kesakitan yang disaksikan sejumlah perempuan dengan geli.

"Ini benar-benar menyakitkan. Saya tak mau merasakannya lagi," kata Sharan Nair, seorang pesohor media sosial yang mencoba simulator ini di sebuah pusat perbelanjaan.

Simulator ini merupakan bagian dari proyek bernama Cup of Life, yang misi utamanya membagikan cup menstruasi secara gratis serta mendobrak mitos seputar menstruasi.

Proyek ini diluncurkan oleh anggota parlemen setempat, Hibi Eden dari partai Kongres, bersama dengan Asosiasi Medis India (IMA), yang mewakili para dokter.

https://www.instagram.com/p/ChhV5BlD2Xv/

baca juga

Kesehatan perempuan, khususnya persoalan yang terkait dengan datang bulan, merupakan topik yang kurang menjadi perhatian di India. Di banyak daerah, perempuan masih dianggap najis saat sedang haid, dan dijauhkan dari kegiatan sosial serta keagamaan, bahkan dari dapur.

Meskipun pandangan ini sedikit berubah di area perkotaan, banyak perempuan masih tidak merasa nyaman mendiskusikan soal menstruasi yang diikuti dengan keram hebat ini kepada bos mereka atau bahkan kepada laki-laki dari satu keluarga. Sementara itu, sebagian perusahaan di seluruh dunia dan India mulai menawarkan cuti haid, tapi kerap menjadi topik pro dan kontra.

Tapi penyelenggara aksi kampanye berhadap mereka bisa memicu perubahan di Kerala, yang dianggap sebagai salah satu negara bagian India paling progresif.

Baca juga:

Pengacara Sandra Sunny, yang merancang agenda #feelthepain, mengatakan simulator adalah "cara paling mudah" untuk mendorong percakapan bermakna, dan mengubah sikap seseorang.

"Kalau Anda bertanya langsung kepada rekan pria, apa yang mereka tahu tentang keram haid, mereka akan enggan untuk membahasnya. Tapi jika kamu tanya mereka seperti - 'apakah mereka pernah berbicara tetang haid dengan siapapun, apa yang membuat mereka enggan untuk membicarakannya' - setelah menggunakan simulator ini, mereka lebih terbuka," katanya.

Simulator ini memiliki dua kabel, yang bisa ditempelkan pada dua orang pada waktu bersamaan, dan sebuah tombol kontrol yang bisa meningkatkan rasa sakit dari level satu sampai 10.

Nair mengatakan, perempuan yang mencoba simulator ini "tidak merasakan apa-apa", sementara "para pria, termasuk saya, berteriak-teriak, dan membuat semua yang menonton tertawa"

Penyelenggara aksi mengatakan bahwa simulator memicu diskusi terbuka di kampus-kampus distrik Ernakulam.

Beberapa mahasiswa yang mencoba simulator ini di sebuah kampus mengatakan mereka hampir tidak bisa menahan rasa sakitnya. "Mereka langsung bereaksi, mengatakan, 'matikan alat ini!'," kata Zeenath KS, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini kepada BBC.

Itu adalah reaksi yang cukup umum, kata Dr Akhil Manuel, sekretaris cabang IMA sekaligus koordinator kampanye Cup of Life.

"Perempuan masih bertahan pada [level] sembilan, sementara para pria kesulitan untuk melewati level empat, meskipun simulator ini hanya menstransmisikan 10% dari rasa sakit yang sesungguhnya," katanya.

Sunny mengatakan, bahwa simulator ini membantu pria memahami bagaimana menderitanya mengalami rasa sakit yang parah selama bertahun-tahun: "Bagi mereka, ini sebuah mesin yang bisa dihentikan. Tapi bagi kami [perempuan], tidak bisa."

Baca juga:

Ini bukanlah pertama kali pengalaman simulator haid yang bisa dicoba pria India sampai menjerit-jerit. Tahun lalu, dua organisasi nirlaba menggunakannya pada karnaval bertajuk haid di India utara.

Sejak itu, mereka menggunakannya di ruang diskusi agar lebih dikenal orang, khususnya pria dengan menstruasi.

"Simulator ini hanya sebuah cantolan untuk memecah kebekuan, dan membantu orang untuk terlibat dalam percakapan [tentang haid]," kata Dr Manuel.

Gagasan penggunaan simulator haid oleh pria juga telah dilakukan di negara lain.

Pada Juli lalu, sebuah perusahaan produk menstruasi, Somedays, mendorong pria untuk menggunakan simulator sebagai latihan untuk membangun empati. Video Tiktok yang ditampilkan kegiatan ini telah ditonton jutaan kali.

Eden mengatakan, gagasan untuk kampanye simulator haid di seluruh distrik muncul setelah dia memulai sebuah inisiatif mendonasikan ribuan cup menstruasi secara gratis kepada perempuan di desa Kumbalangi. Awal tahun, gubernur Kerala menyatakan Kumbalangi menjadi desa bebas pembalut pertama.

Kampanye Cup of Life dimulai empat bulan lalu, dengan rangkaian kegiatan. Puncaknya berakhir pada Rabu dengan membagikan 100.000 cup menstruasi dalam upaya memecahkan rekor dunia.

Tapi Eden mengatakan, tujuan yang lebih besar adalah untuk menghasilkan diskusi terbuka, dan menciptakan sikap yang sehat, dan progresif terhadap menstruasi.

Dr Manuel mengatakan banyak anggota parlemen dan organisasi di India menyatakan minatnya terhadap aksi ini, dan meminta kegiatan ini diduplikasi di komunitas mereka. Tapi dia memperingatkan.

"Anda butuh untuk bekerja sama dengan komunitas, memahami bagimana cara kerjanya, dan kemudian temukan jalur dalam struktur mereka, yang akan membantu Anda untuk melakukan percakapan soal haid ini."


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 11:45 WIB

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 15:40 WIB

'Tamu Bulanan' Bukan Musuh: Saatnya Normalisasi Obrolan Menstruasi

'Tamu Bulanan' Bukan Musuh: Saatnya Normalisasi Obrolan Menstruasi

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 11:43 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Bolehkah Wanita Haid Itikaf di Masjid? Ini 6 Amalan Pengganti untuk Raih Lailatul Qadar

Bolehkah Wanita Haid Itikaf di Masjid? Ini 6 Amalan Pengganti untuk Raih Lailatul Qadar

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:35 WIB

Rahasia Kunyit Asam Sebagai Ramuan Pelancar Haid

Rahasia Kunyit Asam Sebagai Ramuan Pelancar Haid

Health | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:59 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:57 WIB

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:55 WIB

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:47 WIB

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:44 WIB

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:43 WIB

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:31 WIB

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:20 WIB

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:59 WIB

×