'Naik Gunung Bukan ke Mal', Pemerintah Bakal Rombak Total Aturan Pendakian?

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 30 Juni 2025 | 18:57 WIB
'Naik Gunung Bukan ke Mal', Pemerintah Bakal Rombak Total Aturan Pendakian?
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni [Novian Ardiansyah/Suara.com]

Suara.com - Pemerintah akhirnya mengambil sikap keras. Buntut dari tragedi yang menimpa pendaki Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan era pendakian gunung hanya untuk ajang “ikut-ikutan” atau Fear Of Missing Out (FOMO) harus segera diakhiri.

“Naik gunung itu tidak sama dengan ke mal. Perlu persiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang memadai. Jangan hanya ikut tren, karena keselamatan tidak boleh dipertaruhkan,” kata Menhut Raja Juli Antoni saat ditemui di Jakarta, dilansir Antara, Senin (30/6/2025).

Pernyataan ini adalah respons langsung atas insiden tewasnya Juliana Marins (27) yang ditemukan di dasar jurang sedalam 600 meter setelah lima hari pencarian. Menanggapi kritik, terutama dari publik Brasil, pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi total.

Menhut membeberkan serangkaian rencana besar untuk memperketat keamanan.

“Kami akan evaluasi total SOP, memperbanyak posko di jalur pendakian, dan menyiapkan teknologi seperti RFID yang terpasang di gelang pendaki, supaya bisa cepat terdeteksi kalau ada kondisi darurat,” ujar Menhut.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memberlakukan sertifikasi bagi pemandu gunung dan menyusun peringkat risiko untuk setiap gunung. Tujuannya jelas: pendaki pemula dilarang langsung menjajal gunung dengan risiko tinggi.

Meski begitu, Menhut tetap memuji kapasitas tim SAR dari Basarnas yang dinilainya sudah berkelas dunia. Namun, ia mengakui perlunya penguatan melalui kemitraan dengan para relawan profesional, seperti Agam Rinjani dan Tyo Survival yang viral karena aksi heroik mereka dalam evakuasi jasad Juliana.

“Kita ini negara ring of fire. Peristiwa ini bisa terjadi di mana saja. Basarnas sudah baik, tapi juga didukung kerelawanan luar biasa masyarakat kita dan tentunya sarana prasarana SAR penting disiapkan,” ujar Menhut.

Pada akhirnya, ia kembali menekankan bahwa tanggung jawab terbesar ada pada para pendaki itu sendiri.

Baca Juga: Babak Baru Tragedi Rinjani: Polisi Periksa Pemandu dan TO, Siapa Jadi Tersangka?

“Imajinasi kita soal naik gunung jangan disamakan dengan pergi ke kantor, liburan, ini perlu latihan fisik, perlengkapan lengkap, dan kesiapan mental,” kata Menhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI