Connie Bakrie Bongkar Bocoran Cerita di Balik Gibran Ogah Salami AHY: Solo Tak Suka AHY!

Bangun Santoso

Senin, 18 Agustus 2025 | 13:48 WIB
Connie Bakrie Bongkar Bocoran Cerita di Balik Gibran Ogah Salami AHY: Solo Tak Suka AHY!
Pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie. (bidik layar akun YouTube Hendri Satrio Official)

Suara.com - Sebuah gestur dingin dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di acara resmi kenegaraan sempat memantik spekulasi.

Momen itu sempat ramai jadi gunjingan yakni saat Gibran terekam tidak menyalami Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Insiden ini terjadi di sela-sela Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Bandung, pada 10 Agustus 2025 lalu.

Tak hanya AHY, dalam rekaman yang beredar, Gibran juga terlihat melewatkan tiga menteri lainnya, yaitu Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, dan Muhaimin Iskandar.

Pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, memberikan analisis tajam yang mengaitkan langsung sikap Gibran dengan preferensi ayahnya, Presiden Jokowi.

Menurut Connie, gestur tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan cerminan dari sikap Istana, atau lebih spesifik lagi, 'Solo', terhadap AHY.

Dalam sebuah diskusi di podcast bersama pengamat politik Hendri Satrio, Connie secara blak-blakan mengungkap informasi yang ia terima dari seorang petinggi partai politik.

“Gua barusan ketemu dengan salah satu Ketua Umum salah satu partai yang baru dipanggil oleh Jokowi dan dia bilang saya tidak suka dengan Agus Harimurti Yudhoyono,” terang Connie, menirukan ucapan sumbernya.

Ia menegaskan bahwa pesan ini sangat jelas dan menjadi dasar dari sikap dingin yang ditunjukkan Gibran di Bandung.

baca juga

“Solo tidak suka dengan Agus Harimurti Yudhoyono, kenapa ni,” jelas Connie.

Bagi Connie, rangkaian peristiwa ini saling terhubung dan menunjukkan adanya sebuah pola.

“Jadi di dunia ini enggak ada yang kebetulan,” ucapnya.

Lebih jauh, Connie bahkan tak menutupi pandangannya bahwa posisi Gibran sebagai Wakil Presiden perlu dievaluasi.

Ia menyebut ada kejanggalan sejak awal pencalonan putra sulung Jokowi tersebut.

Menurutnya, ada kandidat lain yang lebih pantas, dan salah satunya adalah AHY.

“Kalau sekarang anak muda yang pantas menjadi Wapres hanya ada dua, satunya adalah AHY dan satunya lagi dari PDI P,” ujar dia.

Namun, pandangan berbeda datang dari Profesor Lili Romli, seorang pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lili menawarkan dua kemungkinan analisis untuk membaca gestur politik Gibran yang menjadi sorotan tersebut.

Menurut Lili, kemungkinan pertama adalah murni ketidaksengajaan.

"Pertama tidak sengaja karena fokus salaman dengan Pak Dasco dan Jaksa Agung sehingga lupa salaman dengan yang lain. Atau memang sengaja tidak mau salaman dengan para menteri," ujarnya.

Jika sikap tersebut disengaja, Lili Romli melihat ada dua makna politik yang bisa digali lebih dalam. Makna pertama berkaitan dengan hierarki dan posisi kekuasaan.

“Pertama, wapres menempatkan diri sebagai atasan sehingga tidak harus salaman dengan bawahan,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam tatanan protokoler yang ideal, seharusnya para menteri yang aktif menyambut atasan.

"Harusnya para menteri dengan datang menyambut wapres, jika seperti ini masih kental sikap feodalisme, suatu sikap dan laku yang tidak baik dalam era modern seperti ini," katanya.

Makna kedua, yang lebih sarat dengan intrik, adalah anggapan bahwa Gibran melihat para menteri tersebut, khususnya AHY, sebagai rival politik potensial di masa depan.

“Kedua, menggap para menteri tersebut dianggap sebagai rival politiknya,” ungkap Lili.

Analisis ini diperkuat oleh fakta bahwa AHY beberapa kali disebut oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai figur yang berpeluang maju pada kontestasi politik 2029. Selain itu, AHY juga kerap menerima tugas-tugas kenegaraan strategis langsung dari presiden.

“Seperti diketahui AHY pernah disebut oleh Pak Prabowo berpeluang untuk maju pada 2029 dan kerap mendapat tugas kenegaraan dari presiden. Hubungan sesama orang tuanya juga tampak ada rivalitas," sambungnya, merujuk pada sejarah hubungan politik antara Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makna Kalung Melati yang Dipakai Prabowo, Gibran dan Banyak Pejabat saat HUT ke-80 RI di Istana

Makna Kalung Melati yang Dipakai Prabowo, Gibran dan Banyak Pejabat saat HUT ke-80 RI di Istana

Lifestyle | Senin, 18 Agustus 2025 | 12:34 WIB

Sebut Pemakzulan Gibran Bukan Hal Sulit, Refly Harun: Kuncinya Adalah Prabowo!

Sebut Pemakzulan Gibran Bukan Hal Sulit, Refly Harun: Kuncinya Adalah Prabowo!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 11:32 WIB

Sebut Nasib Gibran di Tangan Prabowo, Refly Harun Singgung Skenario Pemakzulan Bisa 2026 atau 2027

Sebut Nasib Gibran di Tangan Prabowo, Refly Harun Singgung Skenario Pemakzulan Bisa 2026 atau 2027

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 10:35 WIB

APBN 2026 Banyak Dialihkan ke MBG, Padahal Tak Ada Perintah Makan Gratis dalam Konstitusi

APBN 2026 Banyak Dialihkan ke MBG, Padahal Tak Ada Perintah Makan Gratis dalam Konstitusi

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:36 WIB

Dasi Gibran Mendadak Berubah Jadi Biru di Sidang MPR, Tanda Gugup Atau Nyontek Gaya Politik Jokowi?

Dasi Gibran Mendadak Berubah Jadi Biru di Sidang MPR, Tanda Gugup Atau Nyontek Gaya Politik Jokowi?

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 12:17 WIB

Gibran Gagah Berbaju Hitam Gayo, Selvi Ananda Anggun Khas Palembang di HUT RI

Gibran Gagah Berbaju Hitam Gayo, Selvi Ananda Anggun Khas Palembang di HUT RI

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:54 WIB

Dari Cipinang Melayu, Gibran Sampaikan Pesan Kebersamaan di HUT RI ke-80

Dari Cipinang Melayu, Gibran Sampaikan Pesan Kebersamaan di HUT RI ke-80

Video | Senin, 18 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Terkini

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:16 WIB

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:31 WIB

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:18 WIB

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:09 WIB

×